Pembentukan Madzhab Fiqih Masa Abbasiyah


Pembentukan madzhab fiqih pada masa pemerintahan Abbasiyah yakni jalan sesuatu yang dilewati serta menjadi tujuan utama dalam menjalankan ciri khas atau kebiasaannya. Pada masa pemerintahan Abbasiyah telah terbentuk sebanyak empat madzhab diantaranya Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali.

Faktor terbentuknya berbagai macam madzhab fiqih karena dengan adanya pengumpulan mushaf al-Qur’an pada masa sahabat Abu Bakar Shidiq, kemudian proses pemindahan mushaf tersebut disebarluaskan ke beberapa kota utama agama islam pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Tak lama kemuidian timbul beberapa kesalahan dalam bacaan, dan di benarkan oleh Umar bin Abdul Aziz dengan metode pengumpulan serta pembuatan hadist.

Pembentukan Madzhab Fiqih Masa Abbasiyah

Terbentuknya berbagai madzhab fiqih tak lepas dari pengorbanan para pendiri serta menggunakan cara kemampuan penyebarannya masing-masing pendiri, diantara pendiri tersebut diantaranya Abu Hanifah Nu’man salah seorang yang mendirikan madzhab Hanafi, beliau berasal dari Persia yang diberi nama julukan al-imam al-azham. Madzhab Hanafi mulai menyebar sejak diangakatnya Abu Yusuf sebagai hakim di masa pemerintahan daulah Abbasiyah, sejak itu madzhab ini menjadi madzhab yang resmi di Daulah Abbasiyah serta telah tersebar diseluruh kawasan duniayang berpusat di kawasan Mesir, Syam serta Irak dan Pakistan.

Madzhab Maliki didirikan oleh Abu Abdullah Malik bin Abu Amir merupakan salah seorang keturunan dari kerajaan Yaman, beliau lahir pada bulan Rabiul Awal tahun 93 Hijriah. Madzhab Maliki mulai tersebar di wilayah Afrika Utara dan Andalausia, tokoh yang menyebarkan dalam madzhab ini yakni Abdullah bin Wahab serta beberapa ulama lainnya yang berasal dari Mesir. Madzhab ini bersifat menengahi anatara aliran rasional dengan penganut hadist. Imam Malik banyak menggunakan metode hadist yang mempunyai riwayat mashur serta sering dikenal oleh penduduk Madinah sebagai pengikut aliran rasional yang berkenan dengan hukum fiqihnya.

Madzhab Syafi’i juga didirikan oleh Abdullah Muhammad bin Idris, Nasab beliau juga sebagai nasab yang bertemu dengan nasab Rasulullah SAW pada kakek buyut beliau yakni Abdu Manaf. Beliau lahir di daerah Gaza tahun 150 Hijriah yang kebetulan bertepatan dengan wafatnya Abu Hanifah pendiri Madzhab Hanafi. Imam Syafi’I salah satu imam yang istimewa dari madzhab yang lainnya karena ia menulis kitab-kitabnya dengan tangan sendiri. Mayoritas peneliti mengatakan bahwa beliau merupakan ulama yang pertama kali menulis Ushul fiqih lengkap dengan penjelasannya.

Madzhab Hanbali didirikan oleh Ahmad bin Hanbal bin Hilal adz-Dzahli yang lahir Baghdad tahun 164 Hijriah, madzhab ini banyak di temukan didaerah pinggiran kota Baghdad dan beberapa wilayah Syam. Pengikut madzhab ini hanya sedikit karena hanya tersebar di beberapa wilayah saja oleh karena itu pemerintah arab Saudi mengakuinya secara resmi. Hanbali merupakan madzhab ahli sunah yang paling banyak menggunakan metode nash serta meninggikan rasionalitas, oleh karena itu mazdhab ini hanya mengakui al-Qur’an, bayyinah dan mengaku ijma para sahabat.





Powered by Blogger.