Peranan Raja Abdul Aziz

Peranan Raja Abdul Aziz pada masa jabatannya yakni meminta kerja sama kepada penduduk kota Mekah dan sekitarnnya untuk melayani para jemaah haji yang tiba di Tanah Suci. Hal tersebut terbukti dengan pendapat dari para jemaah yang merasa nyaman saat menunaikan ibadah haji, umrah, dan para penziarah.

Pemerintah kota Mekah pada tahun 1345 Hijriah sampai 1926 Hijriah menyarankan untuk memperbaiki tempat Sa’I yang sesuai juga dengan perintah Raja Abdul Aziz. Hal yang paling diutamakan dalam perbaikan tersebut yakni dalam hal pemasangan keramik di tempat Sa’i. Tak lama kemudian media masa serta Koran-koran yang berada di Mesir memuat keputusan Raja Abdul Aziz yang merencanakan serta akan memfasilitasi pelaksanaan Sa’i yang dilakukan oleh para jemaah haji maupun umrah.

Peranan Raja Abdul Aziz

Proyek perbaikan tersebut di resmikan langsung oleh Pangeran Faisal bin Abdul Aziz yang menjabat sebagai gubernur kawasan Hijaz. Dari waktu ke waktu tidak terasa sudah menginjak bulan kedelapan Sya’ban pada tahun yang sama, pemasangan keramik tersebut telah selesai. Sehingga pada akhirnya jemaah haji yang tiba di tempat tersebut terasa nyaman. Selain itu pada masa Raja Abdul Aziz juga berusaha membuat sistem distribusi air yang merupakan kebutuhan para jemaah haji serta penduduk sekitarnya. Beliau merasa tidak cukup jika setiap tahunnya hanyan memperbaiki dan memperbaharui saluran air yang sudah ada. Setelah proses perbaikan air tersebut selesai beliaupun sedang berupaya membangun saluran air yang baru dengan cara memanfaatkan berbagai sumber air yang ada di sekitar wilayah Hunain, Zubaidah dan Za’faranah.

Beberapa sumber air yang baru itu akan dialirkan ke pemukiman penduduk dan daerah yang membutuhkan distribusi air tersebut. Serta Raja Abdul Aziz pun tak segan-segan membangun saluran air untuk menaglirkan dari Wadi Mudhiq yang keberadaannya sekitar empat puluh lima kilometer dari timur laut kota Mekah, saluran air ini pun di juluki dengan nama Malik Abdul Aziz yakni untuk menghormati jasa Raja tersebut.

Pembangunan sumber air tersebut bermaksud untuk meningakatkan sarana yang lebih layak bagi seluruh penduduk Negara Arab serta bagian yang paling penting untuk memberi kenyamanan kepada setiap para jemaah haji , terutama di kawasan Haramain , Mekah, Madinah, serta Masyaril Haram yang menjadi objek kunjungan pelaksanaan ibadah haji.

Sumber air yang dimaksud yakni tidak hanya layak untuk dipakai untuk membangun gedung-gedung saja, akan tetapi untuk membersihkan diri dan layak untuk diminum oleh masyarakat umum dan jemaah haji yang datang setiap tahunnya. Raja Abdul Aziz tidak hanya berkonsentrasi dalam perbaikan sumber air saja, beliau berupaya mendorong pembangunan berbagai tempat penginapan. Langkah pertama yang akan dilakukan yakni member kebebasan kepada perusahaan outlet untuk mendirikan bangunan penginapan di kota Mekah.






Powered by Blogger.