Perjalanan Haji Orang Yaman


Perjalanan Haji orang Yaman merupakan perjalanan orang-orang yang melaksanakan ibadah haji pada masa lampau. Perjalanan ini berawal dari tempat yang bernama San’a melalui Sha’dah. Kemudian menempuh menempuh melawati daerah pegunungan wilayah Hijaz dan Asir. Kemudian bertemu di jlaur Bisyah, Tubalah, serta Turabah sampai di Qarn dan sampailah ke kota Mekah untuk melaksanakan ibadah haji di Baitullah serta.

Pada saat itu kelompok haji orang Yaman telah melewati beberapa tempat peristirahatan dan di jadikan tempat singgah dari sepanjang jalur San’a menuju kota Mekah tersebut. Tempat singgah tersebut mencapai dua puluh lima tempat pemberhentian utama, disanalah para kelompok haji berisitirahat dan melepasa rasa lelah. Pada jaman dahulu orang pergi berhaji bukanlah dengan pesawat yang modern dan canggih seperti saat ini, akan tetapi dengan berjalan kaki serta membawa hewan yang bisa di tunggangi oleh mereka, dan tentunya memakan waktu yang lama untuk sampai ke tempat tujuan ibadah haji tersebut.

Perjalanan Haji Orang Yaman

Dari sejumlah kajian arkeologi telah menemukan beberapa sisi penting yang tercermin pada arsitektur segi bangunan, yang berupa tatanan bebatuan di sekitar jalan yang tidak merata. Selain itu para arkeolog telah menemukan fasilitas perairan, tulisan-tulisan yang bernuansa islam telah terukir diatas bebatuan serta cadas penanda jarak atau pembatas jalan.

Beberapa bagian wilayah yang memungkinkan bagi kita untuk melihat secara langsung bekas peninggalan sejarah perjalanan haji orang-orang Yaman tersebut. Wilayah tersebut terletak di bagian wilayah Rakibah, Mashlulah, dan di jalan Kuraif Arab. Peneliti dari Unversitas King Saud yang bernama Dr. Muhammad bin Abdurahman Rasyid telah menemukan beberapa hasil penelitian di sepanjang jalur perjalanan orang Yaman dahulu. Penemuan ini menjelaskan bahwa jalan yang digunakan untuk rute perdagangan pada masa lalu serta jalan yang digunakan oleh jemaah haji dari Yaman setelah islam.

Peneliti tersebut menjelaskan di dalam bukunya yang telah di terbitkan oleh Badan Kepurbakalaan Saudi pada tahun 1420 Hijriah, menerangkan bahwa jalur jemaah haji menembus tanah-tanah yang datar dari wilayah Yaman serta melewati jalur-jalur yang terjal melalui bukit pegunungan di wilayah Arab Saudi, terutama pegunungan Sarwat dan Herrat al-Buqum.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa dalam melaksanakan ibadah haji perlu perjuangan yang sangat panjang, namun di jaman era globalisasi ini kita tidak perlu lagi menerapkan cara atau metode jaman dulu, hanya cukup saja dengan cara melaksanakan ibadah haji yang ikhlas karena Allah SWT serta mendo’akan para Syuhada islam yang telah memperjuangkan agamanya hingga sampai saat ini.




Powered by Blogger.