Perjalanan Haji Pada Masa Lampau


Rute perjalanan haji yang dibangunkan dari Kufah menuju kota Mekkah merupakan jalur perdagangan dan haji yang terpenting di masa perjalanan agama Islam. Dalam kemudian hari jalan ini di kenal dengan jalur Zubaidah, diambil dari nama Zubaidah binti Ja’far tepatnya istri Khalifah Harun Ar-Rasyid, yang wafat pada tahun 193 H/809 M. Zubaidah memang dikenal memiliki banyak bangunan berbagai fasilitas jalur di kota Mekkah. Di antara yang terpenting penggalian mata air Zubaidah ysng peninggalannya masih tetap ada sampai saat ini.

Jalan antara Kufah dan Mekkah memang sudah dikenal sebelum masa Islam, Al-Hira menjadi ibu kota wilayah Manadzirah yang lokasinya sangat dekat dengan lokasi tempat berdiri kota Kufah, dulu banyak rombongan para pedagang dari Mekkah dan Madinah menuju al-Hira melalui jalur tersebut, dulu sebelum islam datang jalan ini terdapat beberapa sumber air, pasukan islam dibawah panglima Saad bin Abu Waqqash pernah berhenti disebagian sumber air tersebut, sumber-sumber ini adalah Zurud, Tsalabiyah, Syaraf, Adzib, dan Qadasiyah.

Perjalanan Haji Pada Masa Lampau

Allah SWT berfirman, “ Serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang hari segenap penjuru yang jauh, agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk menyebut nama Allah SWT pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Nya kepada mereka berupa hewan ternak, maka makanlah sebagiannya, dan sebagian lagi berikanlah untuk di maka orang-orang yang kafir. Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada dibadan), mereka menyempurnakan nadzar-nadzar dan melakukan thawaf di sekeliling rumah tua ( Baitullah), (QS, Al-Hajj : 27-29)

Banyak manfaat material maupun spiritual (ekonomi, sosial, budaya, dan sejarah) yang terdapat dalam ibadah haji. Perjalanan haji sangat berperan daam mempererat hubungan di antara bangsa-bangsa muslim, dialog antara budaya, pemikiran, dan perundan-undangan diantara kaum muslimin melaui berbagai pertemuan. Dijalur menuju dan pulang haji, serta ketika sedang berada di tanah suci Mekkah, Madinah dan sekitarnya. Perjalan haji telah merekam sejarah yang telah tertoreh dalam berbagai jalur perjalanan haji, dalam sejarah islam hal ini merupakan referensi peradaban lintas batas geografi paling penting yang sangat diminati, bukan saja untuk mempelajari jalur-jalur serta akses-akses menuju kesana, tetapi juga mengenali karakterisik berbagai Negara dan bangsanya yang dilalui oleh orang yang menunaiknan Ibadah haji, sejak dari keberangkatan hingga meninggalkan tanah suci, semua itu membuat Jazirah Arab di masa islam telah menyaksikan lahir dan berkembangnya tujuh jalur utama ibadah haji dan umrah, yaitu jalur Kafah, pesisir Yaman, jalur pedalaman Yaman dan jalur Oman.

Rute-rute ini saling terhubung dari titik utama di hubungkan ke jalur alternatif, rute ini mendapat perhatian besar sepanjang masa dari khalifah, gubernur, Menteri, serta para dermawan dari kalangan saudagar dan pemuka kaum.
Powered by Blogger.