Perjuangan Nabi Ibrahim


Perjuangan Nabi Ibrahim as dalam membela serta menyebarluaskan agama islam telah tertera dalam isi kitab suci al-Qur’an. Masyarakat pada waktu itu terbagi menjadi tiga golongan, yang pertama golongan penyembah berhala dan patung yang berasal dari batu-batuan serta kayu yang di bentuk menjadi berhala atau patung, yang kedua golongan penyembah planet, bintang, matahari dan bulan yang menjadi tata surya, yang terakhir masyarakat waktu itu menyembah para raja atau orang yang berkuasa di negerinya.

Perjuangan Nabi Ibrahim

Melihat berbagai penyimpangan kepercayaan, Nabi Ibrahim as mulai terasa khawatir dengan kesesatan dan keingkaran pada masa itu. Beliaupun segera bertindak untuk menyerukan agama Allah SWT lah yang paling benar, dengan berbagai cara telah dilakukan guna meluruskan kepercayaan serta aqidah mereka . Namun pada akhirnya tetap saja mereka berada dalam kesesatan, beliaupun telah menyampaikan bukti keesaan Allah SWT yang berfirman “Mereka berkata, bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kalian, jika kalian benar-benar hendak berbuat ‘Allah SWT berfirman “Wahai api, jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim ! Dan mereka hendak jahat terhadap Ibrahim, maka kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi.” (QS. Al-Anbiya 68-70).

Setelah Allah SWT menyelematkan nabi Ibrahim dari bara api yang diperbuat oleh kaum Luth, ketiga golongan tersebutpun merasa heran , Allah SWT memberi mukjizat kepada Ibrahim bukan untuk memperkuat diruinya dari orang-orang membencinya, tetapi semata-mata hanya untuk membuat para kaumnya merasa percaya akan adanya dan kebenaran Allah SWT.

Perjuangan dan ketabahan nabi Ibrahim as tidak menyerah sampai saat itu saja,beliau melakukan hijrah ke dearah palestina menuju Mesir untuk mengajak manusia yang ada di sekitarnya beribadah kepada Allah SWT, beliau rela berjihad di jalan-NYa, selalu membantu orang-orang yang lemah serta fakir miskin, berlaku adil anatar sesama mahluk, dan membimbing mereka kepada dasar kebenaran yaitu beribadah kepada Allah SWT.

Pada saat bersyiar mennyebarluaskan agama islam beliau di temani oleh seorang istri yang bernama Sarah, beliau mempunyai keinginan dan kerinduan terhadap keturunan, namun kenyataannya Sarah merupakan isteri yang mandul. Di mengetahui betul keinginan dan kerinduan nabi Ibrahim as hingga pada akhirnya Sarah berpikir untuk menikahkan pembantunya yang bernama Hajar,Sarah berharap dengan keputusan ini berharap agar nabi Ibrahim as segera mempunyai keturunan.

Nabi Ibrahim as pun menikahi Hajar, tidak lama kemudian Hajar hamil dan melahirkan yang diberi nama Ismail, rasa syukur dan bahagiapun ia panjatkan kepada Allah SWT yang telah mengabulkan keinginannya. Allah SWT memerintahkan beliau beserta Hajar dan putranya untuk berhijrah menuju kot Mekah. Lantas Ibrahim segetapergi mematuhi perintah Allah SWT, dan beliau berniat mengahadapkan diri untuk menyebarkan agama islam serta beribadah kepada Allah SWT.




Powered by Blogger.