Raja Abdullah bin Abdul Aziz


Raja Abdullah bin Abdul Aziz merupakan sosok yang berjuang keras dalam peranan proyek perluasan terbesar di Masjidil Haram sepanjang sejarah islam. Karena wilayah topografi kota Mekah al-Mukarramah merupakan kawasan yang sangat rumit dengan padatnya penduduk.

Atas pertolongan dan ijin Allah SWT serta dukungan para ulama dunia Masjidil Haram tersebut dapat di perluas dengan cara memberikan kompensasi atau dana pengganti bagi penduduk yang bangunannya di hancurkan untuk perluasan Masjid tersebut. Tujuan dari program Raja Abdulah tersebut guna menjalankan peranan yang di bebankan kepada Negara Arab Saudi yang menjadi jantung dunia islam yakni tempat melaksanakan Ibadah haji maupun Umrah.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz

Posisi proyek ini menjadi pioritas utama bagi Raja Abdullah di masa pemerintahannya, karena berpegang teguh kepada keyakinan Arab Saudi bahwa Masjidil Haram merupakan suatu amanah bagi negara kelahiran Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu Arab Saudi khususnya kota Mekah dan Madinah menjadi pemikul tanggung jawab untuk mengagungkan para tamu Allah SWT yang datang dari penjuru dunia, hingga akhirnya Allah SWT memberikan taufik terhadap kepemimpinan negara pada saat itu dengan membukan pintu rizeki serta kemudahan dalam menyelasaikan proyek tersebut.

Tujuan dari proyek ini bukan semata-mata untuk mendapat pujian dan ucapan terima kasih dari berbagai pihak, namun Raja Abdullah meniatkan tekadnya demi mempermudah kaum muslimin untuk melaksanakan manasik haji serta mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT, karena merupakan salah satu perbuatan ibadah yang memberikan ketenagan dan kenyamanan bagi setiap jemaah yang menunaikannya di tempat tersebut.

Sebagai upaya merealisasikan hal tersebut, dalam beberapa tahun terakhirnya pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan dana sebesar tujuh puluh miliar riyal Sudi Arabia untuk perlausan proyek Masjidil Haram di kota Mekah serta Masjid Nabawi yang berada di kota Madinah. Perluasan dua masjid yang suci tersebut telah meliputi pemidah tanganan hak milih tanah atau bangunan dengan cara memberikan kompensasi.

Luas perluasan seluruh kawasan Masjidil Haram mencapai 76.000 meter persegi yang meliputi basamen bawah, basamen atas, lantai dasar satu serta lanta teratas. Perluasan Masjidl Haram juga sudah termasuk pembangunan akses delapan belas pintu masuk biasa, ditambah dengan pintu utama yang disebut Bab Malik Fahd yang hampir sama dengan Bab Abdul Aziz. Selain itu perluasan ini juga meliputi dua menara yang mirip dengan menara-menara sebelumnya, serta pemasangan escalator untuk jemaah yang hendak menunaikan shalat dilantai palin atas dan lantai untuk mencegah antisipasi kepadatan pada musim haji dan umrah. Pembangunan tiga kubah juga luasnya mencapai 225 meter persegi.

Perluasan seluruh Masjidil Haram dapat disimpulkan dalam beberapa unsur utama yakni pada perluasan halaman Masjidil Haram, perluasan halaman ka’bah, dan penambahan lantai Masjidil Haram. Semua ini merupakan jasa yang luar biasa bagi peranan umat muslim di dunia yang telah dilaksanakan pada masa pemerintahan Kerajaan Abdullah bin Abdul Aziz.



Powered by Blogger.