Raja Khalid bin Abdul Aziz


Raja Khalid bin Abdul Aziz merupakan pemimpin yang masa pemerintahannya di Kerajaan Arab Saudi pada waktu itu cukup singkat. Beliau telah meninggalkan jasa-jasa yang luar biasa terutama dalam melayani dua kota-kota suci dan Masyaril Haram. Hal tersebut terbukti dengan penyempurnaan proyek perluasan serta renovasi Masjidil Haram yang telah dimulai renovasi oleh para pendahulunya.

Dalam masa pemerintahanya Raja Khalid beerkonsentrasi dalam perbaikan serta pembaharuan terhadap bangunan yang ada di sekitar tanah suci tersebut. Perluasan dan perbaikan Masjidil Haram dimulai pada tahun 1375 Hijriah oleh Raja Sa’ud setelah itu di lanjutkan oleh Raja Faisal. Proyek ini selesai pada masa pemerintahan Raja Khalid tepatnya pada tahun 1396 Hijriah.

Raja Khalid Bin Abdul Aziz

Proyek yang di selesaikan beliau diantaranya yakni pembangunan koridor Masjidil Haram bagian tahp kedua dan sumur zam-zam, di samping proyek tersebut beliau juga telah membangun berbagai terowongan menuju ke Masjidil Haram dengan cara melakukan pengeboran di beberapa gunung yang ada pada sekitar kawasan masjidil Haram.

Setelah itu pada masa periode Raja Khalidah pabrik untuk pembuatan kiswah ka’bah baru saja di resmikan, tepatnya pada tahun 1397 Hijriah, beliau juga memerintahkan pembangunan dua pintu ka’bah yang ada di tanah suci tersebut. Pada masa pemerintahannya perluasan tempat melaksanakan thawaf juga telah di lakukan sehingga dapat menampung lebih banyak jamaah haji ataupun umrah yang hendak melaksanakan kegiatan thawaf tersebut.

Di sekitar kota Madinah Raja Khalid juga menyelesaikan proyek pemasangan atap Masjid Nabawi, yang sebelumnya telah di kerjakan sebagian pada masa pemerintahan Kerajaan Faisal. Pada waktu itu luas bangunan atap masjid mempunyai luas sekitar kurang lebih 43.000 meter persegi. Semasa pemerintahannya Raja Khalid terus berusaha melakukan perbaikan terhadap kedua kota tanahsuci tersebut yang berkaitan dengan pelayanan ibadah haji maupun umrah dari seluruh umat islam yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Pada waktu itu Raja Khalid pernah berkata “Sungguh, Kerajaan Arab Saudi sangat bangga mencurahkan segenap tenaga dan pikiran untuk melayani para jemaah haji yang mengunjungi Baitullah. Jemaah yang telah datang sangat ajuh dari negeri masing-masing dan rela meniggalkan sanak keluarga.” Semua itu beliau mempunyai tujuan untuk senan tiasa terus melayani para tamu Allah SWT dengan cara memberikan kenyamanan, kemudahan, serta beberapa peraturan yang harus dilaksanakan oleh setiap para jemaah haji maupun umrah. Selain itu beliau punya rasa tanggung jawab terhadap jabatan kepemimpinannya untuk selalu memberi contoh yang baik kepada penduduknya serta berpegang teguh terhadap hukum yang sesuai dengan isi kandungan dalam kitab suci al-Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW.


Powered by Blogger.