Rute Haji Orang Afrika

Rute pelaksanaan ibadah haji orang Afrika dahulu memanfaatkan jalur perairan laut, Pelabuhan Aidzab yang menjadi awal perjalanan laut menuju Baitullah di kota Mekah. Selama dua ratus tahun lebih para jemaah haji yang berasal dari bangsa Mesir serta Maroko mengadakan perjalanan ibadah haji menuju Arab Saudi yang melewati gurun Aidzab.

Rute Haji Orang Afrika

Ibnu Jubair telah menggambarkan bahwa para jemaah bersiap-siap dari daerah Fusthath untuk mengarungi sungai nil menuju kawasan Qus serta melewati sejumlah kota dan kampung yang berada diantara pinggiran sungai Nil. Di pinggiran sungai ini memang memilki beberapa keistimewaan dengan tersedianya pasar serta berbagai fasilitas lainnya guna memenuhi kebutuhan perjalanan para jemaah haji golongan Afrika.

Di pinggiran sungai juga di jadikan sebagai tempat pertemuan antara para jemaah haji dengan para pedagang yang datang dari berbagai daerah. Perjalanan melalui perairan sungaii Nil ini jemaah haji dari Afrika memakaan waktu selama delapan belas hari. Setiap masing-masing jemaah membeli barang-barang yang di kawasan Qus, kota ini juga di anggap sebagai pusat kebudayaan islam di Negara Mesir.

Sebelum waktu keberangkatan ke pelabuhan Aidzab, para rombongan jemaah haji berkumpul di al-Maraz. Di tempat ini barang-barang jemaah di timbang untuk menentukan upah muatan yang akan diangkut oleh seekor unta bersama para pemiliknya. Untuk melewati padang pasir yang tandus sangat diperlukan berbagai sarana transportasi, karena di padang pasir tersebut jarang sekali untuk menemukan sumber air.

Setelah selesai melakukan perjalanan dan melaksanakan berbagia macam prosedur, para rombongan jemaah haji tersebut berangkat dari al-Mabraz menuju Aidzab melewati padang pasir yang tandus dan menempuh waktu kurang lebih selama tiga puluh delapan hari, sehingga jumlah keseluruhan perjalanan mereka dari afrika ke Arab Saudi mencapai liam puluh enam hari.

Dengan proses waktu yang panjang akhirnya para jemaah haji itupun sampai di Aizdab, mereka dalam keadaan yang sulit yakini mereka kehabisan bekal bahan makanan pokok yang di butuhkan. Serta dalam keadaan cuaca yang buruk dalam pelabuhan tersebut. Alangkah besarnya pengorbanan para jemaah haji yang berasal dari bangsa Afrika, dengan niat hati yang ikhlas serta niat yang bulat untuk memenuhi panggilan Allah SWT, maka inysa allah tidak akan ada kesulitan dalam melakukan ibadah haji ini.
Powered by Blogger.