Sejarah Madinah Sebelum Hijrah


Sejarah berdirinya kota Madinah mengarah kepada masa sekitar 1.600 tahun yang lalu sebelum hijrah, Kabilah Arab telah paham akan bahasa Arab, sebagaimana bahasa arab ditemukan dalam sejarah mereka. Penetapan tahun tersebut berrdasarkan penemuan kata Yatsrib dalam buku sejarah Yunani kuno.

Abu Qasim az-Zujazi menyebutkan Yatsrib adalah Madinah kota Rasulullah SAW, disebut Yatsrib kerena orang pertama yang tinggal di Yatsrib pasca perpecahan orang yang bernama Yatsrib bin Qaniyah bin Mahlail bin Imri bin Abil bin Imri bin Sam bin Nuh. Ketika Rasulullah SAW masuk ke Yatsrib, beliau mengganti nama Yatsrib tersebut dengan Thaibah dan Thabah, maksud tersebut karena Rasulullah SAW tidak suka dengan nama Yatsrib.

Sejarah Madinah Sebelum Hijrah

Makna kata Yatsrib tedapat dalam beberapa kitab kerajaan Minean, kata ini juga di cantumkan di beberapa kota yang di huni bangsa kerajaan Minean. Kerajaan Minean merupakan bagian dari Yaman, periode pada tahun 1300-600 Sebelum Masehi. Pada masa kejayaan dan penyebarannya Minean menyebar hingga ke kawasan Hijaz serta Palestina. Ketika keerajaan Minean lemah maka di bentuklah kelompok pemukiman unjtuk melindungi jalur perdagangan menuju utara yakni yang melintasi jalur Yatsrib.

Perkiraan sejarah tersebut sesuai dengan sejarah keberadaan suku Amaliq dan peperangan mereka dengan kelompok Bani Israil di utara Jazirah Arab. Sejak kota Yatsrib berdiri, penduduknya bergantian, kota ini juga pernah di huni oleh beberapa suku atau golongan diantaranya suku Amaliq, suku Minean, sebagian kabilah Yahudi, sampai kabilah Aus dfan Kharaj. Dua kabilah tersebut merupakan kabilah yang pernah di landa krisis air, mereka datang dari kerajaan Saba setelah runtuhnya bendungan Ma’rib. Sesampainya di kota Yatsrib mereka menetap, sebelumnya di tempati oleh kabilah Yahudi seperti bani Qainuqa, bani Nahdir sertya bani Quraizhah.

Setelah kedua kabilah serta kaum Yahudi menetap di kota Yatsrib, keduanyapun membuat perjanjian untuk hidup damai dan rukun, serta akan sama-sama membela Yatsrib untuk melwan penjajah. Namun perjanjian dan sumpah tersebut hanya bertahan beberapa saat saja. Ketika perkembangan kabilah Aus dan Kharaz bertambah, dan harta kekayaan kabilah tersebut semaikin bertambah maka orang-orang yahudi meras khawatir terhadap perkembangan tersebut.

Kaum Yahudipun merencanakan strategi agar kedua kabilah ini berselisih dan berpisah, merekapun berhasil mengadu dombakan kabilah Aus dan Kharaz, api peperangan menyala diantara kedua kabilah ini dan berlansung selama kurang lebih 120 tahun. Rasulullah SAW khawatir melihat perselisihan tersebut dan beliaupun menyelesaikan perselisihannya dengan cara yang tenang serta di penuhi rasa sabar, sehingga berdirlah kota Yatsrib atau Madinah sampai saat ini yang kita ketahui.





Powered by Blogger.