Sembilan Perawi Kitab Hadist


Perawi kitab hadist merupakan orang yang meriwayatkan setiap perkataan dan perbuatan Rasulullah SAW, sebagian besar umat islam menjadikan pedoman hidupnya sesuai dengan kandungan isi al-Qur'an serta hadist yang menjadi sunah dan petujuk dalam kehidupannya.

Sembilan Perawi Kitab Hadist
Dari Sembilan perawi hadist ini muncul beberapa nama orang yang meriwayatkan sekian banyak perkataan hadist yang kita ketahui diantaranya bagian pertama Hadist Shahih al-Bukhari, hadist tersebut diriwayatkan oleh Abu Abdullah bin Ismail bin Ibrahim, beliau lahir di kawasan Bukhara bulan Syawal tahun194 Hijriah.

Imam Bukhari mulai meriwayatkan perjalanannya untuk mencari sumber hadist pada tahun 210 Hijriah, kemudian berpindah dari suatu tempat ke tempat lain untuk mencari sumber hadist dan beliau juga memilki kelebihan daya hafal yang tinggi. Hingga akhirnya beliau pernah menetap di kawasan Hijaz selama enam tahun, kemudian singgah di Syam, Mesir, Bashrah, Kufah dan Baghdad.

Bagian kedua yakni Hadist Shahih Muslim yang disusun oleh Abu al-Husain Muslim bin al-Hajaj, beliau lahir di daerah Nisapur pada tahun 204 Hijriah. Imam Muslim selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mencari sumber hadist yang shahih serta beliau pernah singgah dalam perjalanannya di kawasan Hijaz, Syam, Irak, dan Mesir. Ketika Imam Bukhari singgah di Nisapur, Imam Muslim menimba ilmu kepada Imam Bukhari.

Bagian ketiga yakni Hadist Sunah Abu Dawud yang disusun oleh Abu Dawud (Sulaiman bin al-Asyats bin Ishaq), beliau lahir di daerah Sijistan pada tahun 202 Hijriah. Imam Abu Dawud banyak melakukan perjalanan untuk menulis hadist dari sebagian besar para ulama yang berasal dari Irak, Mesir, serta khurasan. Beliau juga mengambil hadistnya dari Imam Ahmad bin Hanbal dan beberapa ulama lain dari kalangan guru Imam Bukhari dan Muslim.

Bagian keempat adalah Hadist Sunan at-Tirmidzi yang berhasil disusun oleh Abu Isa Muhammad bin Surah as-Sulami (Imam Tirmidzi), beliau lahir disebuah kota tepian sungai Amudarya pada tahun 209 Hijriah. Imam Tirmidzi telah berkeliling kepada tempat untuk mencari hadistnya dinantaranya ke kawasan Hijaz serta Negara Irak. Para ulama mengakui keunggulan dan kelebihannya sampai akhirnya Imam Bukhari mengambil hadist darinya walaupun beliau adalah gurunya.

Bagian kelima adalah Hadist Sunan an-Nasa’I, yang telah disusun oleh Abu Abdurahman Ahmad bin Syuaib (Imam Nasa’i), beliau lahir di kota Nasa pada tahun 215 Hijriah, semasa hidupnya Imam Nasa’I banyak melakukan perjalanan untuk mencari hadist, beliau mendengar dari ulama Khurasan, Syam, serta Jazirah Arab danj pernah menetap lama juga di daerah Mesir untuk menyebarkan tulisannya disana.

Bagian keenam adalah Hadist Sunan Ibnu Majah, yang telah disusun oleh Abu Abdullah Muhammad bin Yazid (Ibnu Majah), beliau lahir di daerah Qazwain pada tahun 209 Hijriah, Imam Ibnu Majah melakukan perjalanan untuk mencari hadist ke daerah ar-Rayy (Taheran). Beliau banyak mengambil hadist dari ulama daerah tersebut dan memilki karya tulis yang sangat bermanfaat.

Bagian ketujuh adalah Hadist Musnad Ahmad yang disusun oleh Abu Abdullah Ahmad bin Malik (Imam Ahmad bin Hanbal), beliau lahir di daerah Mahri tahun 164 Hijriah. Imam Ahmad bin Hambal banyak melakukan perjalanan ke berbagai negeri untuk mencari hadist, beliau mendengar hadist dari beberapa orang Syaikh terkemuka di kawasan Hijaz, Irak, Yaman hingga ke Yaman.

Bagian kedelapan adalah Hadist Muwatha Malik yang disusun oleh Abu Abdullah Malik bin Anas,beliau lahir di kota Madinah pada bulan Rabiul Awal tahun 93 Hijriah. Beberapa ulama telah mengambil hadist darinya antara lain Ibnu al-Mubarak, as-Syafi’I dan Abdurahman bin Mahdi. Bagian terakhir yakni hadist Sunan ad-Darumi yang disusun oleh Abu Muhammad Abdullah bin Abdurahman yang lahir di daerah Samarkand pada tahun 181 Hijriah.Beliau telah menyusun kitab musnad tentang hadist al-Jami asyh-Shahih yang pada akhirnya dikenal dengan sebutan ad-Darimi.






Powered by Blogger.