Shalat Jama di Masjid Namirah


Masjid Namirah merupakan masjid yang dibangun pada jaman pemerintahan Daulah Abbasiyah, masjid ini mempunyai posisi kedudukan di sebelah barat Masyaril Haram, dan di bagian masjid tersebut terdapat sebuah wadi atau lembah Uranah.

Masjid ini biasanya di gunakan bagi seluruh jemaah haji untuk melaksanakan shalat zhuhur dan ashar dengan cara di jama dan qashar,yakni dengan dua rakaat-dua rakaat, satu adzan dan dua kali mengumandangkan iqamah. Bagi siapa saja jemaah haji yang sedang berada di Arafah maka di anjurkan untuk shalat dzuhur dan ashar dengan cara di jama atau di satukan dalam suatu waktu yang sama.

Shalat Jama di Masjid Namirah

Anjuran tersebut sebagai bentuk teladan atau mengikuti perbuatan Rasulullah SAW saat melakukan haji Wada dan sedang melakukan kegiatan wukuf di padang Arafah, setelah jemaah haji melakukan shalat jama maka dilanjutkan dengan mendengarkan khutbah yang biasanya di pimpin oleh seorang mufti kerajaan dari Negara kerajaan Arab Saudi. Kebiasaan ini sesuai dengan perbuatan Rasulullah berkhutbah setelah selesai melaksanakan shalat jama arafah.

Masjid ini dikenal dengan beberapa nama julukan atau dengan beberapa nama lain diantaranya sebagai Masjid Nabi Ibrahim dan Masjid Arafah, pemerintah Arab Saudi merenovasi dan memperluas masjid ini supaya bisa menampung para jemaah haji yang hendak melaksankan rukun dan sunah hajinya dengan kapasitas yang lebih banyak. Setelah selesai di renovasi masjid Namirah ini memunyai luas mencapai 27.000 meter perseg serta memilki enam puluh empat pintu masuk, memiliki enam menara, dan dapat menampung sekitar 350 ribu jemaah. Total anggaran yang telah di keluarkan pemerintah kerajaan Arab Saudi menelan biaya sekitar 337 juta riyal Saudi.

Saluran air yang terdapat di lembah Uranah menjadi penghubung antara padang arafah dengan masjid yang ada disekitarnya, dan terletak di sebuah perbatasan Tanah Haram kota Mekkah. Setelah perluasan selesai dan saluran air yang strategis, masjid tersebut telah terbagi menjadi dua bagian yakni pada bagian muka masjid tidak termasuk daerag arafah, pada bagian belakang masjid termasuk daerah arafah.

Melakukan apa-apa yang telah di perbuat dalam hal beribadah dan kebaikan merupakan sebuah sunah bagi orang yang mengikutinya, oleh karena itu mari kita sama-sama untuk meningkatkan keimanan dan ketaaqwaan kita terhadap Allah Yang Maha Kuasa khususnya dalam menjalankan kewajiban ibadah haji dalam sekali seumur hidup dan berumrah sebagai pelengkap sunah kita dalam beribadah.


Powered by Blogger.