Sunah Berihram

Sunah adalah mengikuti setiap perbuatan dan tingkah laku Rasulullah SAW, khusunya dalam beribadah kepada Allah SWT, oleh karena itu dalam melakukan irhram ketika beribadah haji merupakan sunah yang menjadikan selendang pada kedua pundak antata kedua ujungnya didada. Namun jika seseorang ingin melaksanakan thawaf Qudum maka harus menjadikan antara tengah selendangnya di ketika kanan dan kedua ujung selendang dipundaknya dibagian yang kanan.

Ketika seseorang jemaah haji atau umrah datang ke tanah suci Mekkah, maka harus memindahkan selendangnya serta dijadikan di kedua pundaknya. Setelah itu harus melakuakn shalat thawaf sebanyak dua rakaat, aturan ini sudah dilakukan pada zaman Rasulullah SAW.
.
Sunah Berihram

Sunah yang sesuai nabi SAW yakni menutupi kedua pundak dengan selendang ketika melakukan ihram serta thawaf qudum. Dan jika seseorang meletakkan selendangnya tidak menutup kedua pundaknya pada waktu dia duduk atau ketika makan dan ketika berbincang-bincang bersama kawan-kawannya maka tidak menjadi masalah. Namun yang sesuai sunnah jika dia memakai selendang maka dengan menutup kedua pundak dan ujung-ujung selendang harus berada pada dadanya.

Andaikan seseorang tidak mampu memakai pakaian ihram, maka harus memakai pakaian yang bisa menutupi aurat serta diwajibkan membayra kifarat, menbayar kifarat tersebut boleh dengan menyembelih seekor kambing, dan dibagikan kepada orang yang berhak menerimanya yakni orang-oran fakir dan miskin. Serta sebagian ulama mengatakan harus menjalankan sesuai ketentuan yakni mencukur sebagian rambut yang sebagaimana dijelaskan dalam al-Qu'ran "Artinya : Dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu sakit atau ada ganguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu ; berpuasa, atau bersedekah, atau berkurban" (Al-Baqarah : 196).

Rasulullah SAW memaparkan , bahwa berpuasa harus tiga hari, dan sedekah yakni memberi makan sebanyak enam orang miskin masing-masing orang miskin setengah, dan berkurban yakni dengan menyembelih seekor kambing.

Bagi orang yang pergi ke Mekkah untuk haji atau umrah yakni ihram dari miqat yang dilewatinya dan tidak boleh melewati miqat tersebut tanpa ihram. Sebab ketika Nabi SAW menjelaskan beberapa miqat, beliau Rasulullah SAW bersabda yang “Artinya : Tempat-tempat miqat ini adalah bagi penduduknya dan bagi orang-orang yang melewatinya dari mereka yang bukan penduduknya, yaitu bagi orang yang ingin haji dan umrah. Dan barangsiapa yang tempat tinggalnya lebih dekat ke Mekkah daripada tempat-tempat miqat tersebut maka dia ihram dari tempat ia berada, hingga bagi pendukuk Mekkah, maka mereka berihram dari Mekkah”.
Powered by Blogger.