Tanda Haji Yang Mabrur

Melaksanakan ibadah haji merupakan dambaan setiap kaum muslimin, menjadi haji yang mabrur yakni menjadi haji yang syah dan diterima oleh Allah SWT, bisa dikatakan syah atau mabrur yakni menjalani setiap rukun-rukunnya dan menjauhi segala larangannya ketika sedang melaksanakan ibadah haji.

Tanda Haji Yang Mabrur

Untuk membedakan haji seseorang mabrur atau tidaknya, maka Allah SWT lah yang maha mengetahui dan meridhainya, oleh karena itu tidak semua orang yang hajinya mabrur terkecuali orang-orang yang khusu menjalankan ibadahnya. Sebagian ulama menyebutkan bahwa ada ciri-ciri haji yang mabrur yang sesuai keterangan dalam al-qur’an namun tidak bisa memberi kepastian mabrur atau tidaaknya seseorang tersebut.

Ciri-ciri haji yang mabrur tersebut dapat dijadikan pedoman, diantaranya harta yang dipakai untuk pergi berhaji harus harta atau rizki yang halal, sebagaimana sabda Nabi SAW “Sungguh Allah baik, dan tidak menerima yang baik”. Maksudnya Allah SWT akan menerima haji seseorang jikalau rizki atau hartanya diperoleh dari cara yang halal. Selain itu niat seseorang hendak pergi berhaji bulatkanlah karena Allah untuk menjalankan rukun islam yang kelima, bukan semata-mata ingin mencari gelar dalam sebuah nama dan ingin dapat pujian dari orang lain di sekitarnya.

Sebagian besar umat muslim, khususnya di Indonesia dalam merencanakan hendak pergi berhaji tentunya tidak lepas dari dana tabungan, simpanan, ataupun asset yang berharga dan ada sangkut pautnya dengan bank tertentu, oleh karean itu berwaspadalah dalam memperoleh cara yang halal karena ibadah bukan semata-mata berdo’a saja akan tetapi asal muasal mencari sesuatu yang halal juga sangat berpengaruh.

Perbuatan dan amalan yang baik yakni menjalankan segala kewajiban dan melakukan perbuatan sunah sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Allah SWT yang menentukan segala amal perbuatan kita, yang penting sebagai umat Nya kita dapat menjalankan perintahnya dan menjauhi setiap apa-apa yang dilrang dan di haramkan Nya. Jikalau seseorang merasa optimis dalam beribadah yang khusu maka berharaplah kepada Allah SWT agar disetiap perbuatan ibadah wajib maupun dalam menjalankan rukun-rukun islam dapat memperoleh keridhoan Allah SWT dan diterima menjadi Haji yang mabrur, serta dapat mempertanggung jawabkan segala amalan baik ilmu akhirat maupun dunia bisa dipergunakan sebagai jalan ibadah di jalan Allah SWT.





Powered by Blogger.