Tempat Yang di Anjurkan Nabi Untuk Ziarah


Tempat yang di anjurkan nabi untuk berziarah terdapat di salah satu kota Madinah, yakni Masjid Quba, pemakaman Baqi al-Gharqad serta pemakaman para Syuhada Uhud yang merupakan tempat sahabat yang telah wafat pada masa peperangan Uhud serta adapun tempat-tempat bersejarah dan masjid yang lain diantaranya seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqso.

Tempat Yang di Anjurkan Nabi Untuk Ziarah

Masjid Nabawi merupakan tempat sejarah yang paling penting di kawasan kota Madinah Munawwarah , Rasulullah SAW pernah berhijrah dari koa Mekah menuju Madinah . Banyak hadist Nabi yang menjelaskan tentang keutamaan masjid Nabawi dan anjuran untuk menziarahinya serta melaksanakan shalat di dalam masjid tersebut.

Anjuran ini sesuai dengan perkataan Rasulullah SAW dalam hadist Abu Hurairah yang berbunyi “ Janganlah bersafar (ke tempat tertentu karena keutamaan tempat tersebut) kecuali untuk pergi ke tiga Masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqso. Belaiu juiga bersabda Shalat di masjidku ini lebih afdhol daripada seribu shalat di masjid-masjid yang lain terkecuali di Masjidil haram.”

Selain pergi ke tempat yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, tentunya terlebih dahulu kita sebagai umat muslim yang di sunahkan mengikuti segala perbuatan Rasulullah harus mengenal adab-adab untuk pergi ke beberapa tempat ziarah tersebut. Adab berziarah tersebut diantaranya . sebelum berangkat sebaiknya jemaah yang hendak melaksanakan ziarah harus bersuci di rumahnya dan mengugunakan minyak wangi kemudian berjalan menuju masjid dengan penuh ketenangan sambil menempatkan rasa khusyu kepada Allah SWT, serta memperbanyak shalawat kepada nabi SAW.

Sebelum memasuki masjid hendaknya mendahulukan kaki kanan kemdian diikuti dengan kaki kiri sambil membaca do’a “Allahumagfirlii dzunubi waftahli abwaba birohmatika” yang artinya Ya Allah ampunialh dosa-dosaku dan bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu. Kemdian setelah selesai beribadah di dalam masjid tersebut dilanjutkan dengan menziarahi makam Rasulullah SAW.

Sesampainya di makam Nabi maka penziarah juga harus memerhatikan adab yang sudah di tentukan sejak dulu yakni berdiri di hadapan muwahajah serta mempunyai niat atau pikiran akan mulianya Rasulullah SAW dan kedudukannya yang agung, seakan-akan beliau sedang melihatnya. Ketiak berada di makam nabi juag tidak boleh bersuara terkecuali memanjatkan do’a ataupun mendo’akan beliau. Kemudian penziarah harus menjauhi keramaian dan jangan mendesak-desak dengan para penziarah yang lainnya. Setelah itu penziarah disarankan untuk memberi salam kepada Rasulullah SAW dengan bacaan yang diinagatnya dan tidak ada bacaan-bacaan yang khusus, setelah itu penziarah menggeser satu langkah untuk member salam kepada Abu Bakar Shidiq.


Powered by Blogger.