Utsman Bin Affan


Utsman Bin Affan adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang merupakan Khalafaur Rasyidin yang ke-3 nama lengkap beliau adalah Utsman bin Affan Al-Mawi Al-Quarisy, berasal dari Bani Umayyah, lahir pada tahun keenam tahun gajah. Kira-kira lima tahun lebih muda dari Rasulullah SAW. Nama panggilanya Abu Abdullah dan gelarnya Dzunnurain (yang punya dua cahaya) dinamakan tersebut karena Rasulullah menikahkan dua putrinya untuk Utsman, Ruqoyah dan Ummu Kultsum wafat, (Nabi SAW) berkata “Sekiranya kami punya anak perempuan ketiga, niscaya aku nikahkan denganmu ” Dari pernikahannyan dengan Roqoyyah lahirlah anak laki-laki, tetapi tidak sampai besar anaknya meninggal ketika berumur enam tahun pada 4 Hijriah.

Utsman Bin Affan

.Menikahi delapan wanita, empat diantaranya meninggal diantaranya Fakhosyah, Umul Banin, Ramlah dan Nailah, dari perkawinannya lahirlah Sembilan anak laki-laki yakni Abdullah al-Akbar, Abdullah al-Ashgar, Amru, Umar, Kholid, al-Walid, Sa’id dan Abdul Muluk. Dan 8 anak perempuan.
Nama ibu Utsman bin Affan yakni Arwa binti Kuriz bin Rabiah, beliau masuk islam atas ajakan Abu Bakar, sesudah islamnya Ali Bin Ali Thalib dan Zaid bin Haristah. Beliau adalah salah satu sahabat besar dan utama Nabi Muhammad SAW, serta termasuk pula golongan As-Sabiqun yaitu orang-orang yang terdahulu islam dan Beriman.

Utsman adalah saudagar yang kaya tetapi sangat dermawan, beliau adalah seorang pedagang kain yang kaya raya, kekayaan ini beliau dibelanjakan guna mendapatkan keridhoan Allah SWT yakni untuk pembangunan umat dan ketinggian islam. Beliau juga memiliki hewan ternak lebih banyak daripada orang Arab lainnya. Ketika kaum kafir Quraisy melakukan penyiksaan terhadap umat islam, maka Utsaman bin Affan diperintah untuk berhijrah ke Habsyah, beliau juga sahabat Abu khuzaifah, abdurahman bin Awuf. Setelah itu datang pula perintah Rasulullah SAW supaya beliau Hijrah ke madinah, maka beliau tanpa berpikir panjang lagi meninggalkan harta dan kekayaan serta rumah tangga guna memenuhi panggilan Allah dan Rasulnya. Beliau hijrah bersama-sama dengan kaum Muhajirin lainnya.

Suasana sempat tenggang ketika Utsman tak kunjung kembali, kaum muslimin sampai membuat ikrar Rizwan bersiap mati untuk menyelamatkan Utsman, tetapi faktanya pertumpahan tidak terjadi , Abu Sufyan mengutus Suhail bin Amir untuk berunding dengan Nabi Muhammad SAW. Hasil perundonag tersebut dinamakan Perjanjian Hudibiah. Semasa Nabi Saw masih hidup pernah dipercaya untuk menjadi walikota Madinah , semasa dalam dua kali menjabat, pertama pada perang Dzatir Riqa dan yang kedua kalinya, saat nabi Muhammad SAW sedang melancarkan perang Ghatfahan. Utsman bin Affan juga seorang ahli ekonomi yang terkenal, tetapi beliau tidak segan-segan untuk mengeluarkan kekayaannya untuk kepentingan agama dan masyarakat umum khususnya kaum muslimin.
Powered by Blogger.