Utusan Nabi Ismail Sebagai Rasul


Utusan diangkatnya Nabi Ismail sebagai Rasul mempunyai hikmah yang sangat luar biasa, beliau merupakan anak dari nabi Ibrahim as serta Ibunya Siti Hajar yang berasal dari budak seorang Raja Mesir yang diserahkan kepada nabi Ibrahim dari semenjak kecil hingga dewasa sampai di jadikan istri.

Ayah nabi Ismail sebelumnya mempuyai istri yang pertama yakni Siti Sarah,di kerenakan beliau belum bias memberikan keturunan kepada nabi Ibrahim,Siti Sarah merelakan beliau untuk menikah lagi, hal tersebut bertujuan supaya bisa mengabulkan permintaan dan keinginan nabi Ibrahim yakni mempunyai keturunan.

Utusan Nabi Ismail Sebagai Rasul

Setelah pernikahan tersebut, nabi Ibrahim di utus oleh Allah SWT untuk pergi berhijrah menuju kota Mekah, pada saat itu nabi Ismail as sudah lahir dan mengikuti ayahnya dan ibunya berhijrah, sesampainya di sana nabi Ibrahim memanjatkan do’a yang berbunyi “ Ya Rabb, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman –tanaman dekat rumah-Mu (Baitullah) yang di hormati, Ya rabb agar mereka melaksanakan shalat, maka jadinkanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka dapan mensyukuri atas karunia-Mu.” (QS. Ibrahim 14:37).

Suatu ketika nabi Ibrahim bermimpi menyembelih putranya Ismail, kemudain beliau menceritakn kembali kepada Ismail, tentu saja hal ini merupakan ujian dari Allah SWT, lalu nabi Ismail mengungkapkan bahwa mimipi tersebut merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dan harus segera dilaksanakan. Lantas keduanya bersiap-siap pergi ke sebuah lembah, dan sesampainya di sana nabi Ibrahim membaringkan putra kesayanagannya dalam posisi bertelungkup. Secara tiba-tiba ketika nabi Ibrahim sedang meletakan pisau diantara leher Ismail, malaikat Jibril turun dan menggantikannya dengan seekor domba (kibas) sebagai tebusan nabi Ismail.

Dalam peristiwa ini seluruh umat muslimin menjadikan tradisi peyembelihan hewan kurban pada bulan Dzulhijjah, hal ini merupakan yang sunah di setiap hari raya Iduh Adha, sebagai mana Allah SWT berfirman “ Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihannya yang besar.” (QS. Ash-shaffat 37:107).

Setelah itu dalam suatu perjalanan hijrahnya nabi Ibrahim megajak Ismail as meninggikan fondasi Baitul Haram sesuai dengan perintah Allah SWT, setelah selesai meninggikan Baitul Haram keduanyapun memanjatkan do’a kepada SWT agar segala amal ibadahnya di terima, serta menjadikan anak cucunya menjadi umat yang beserah diri kepada Allah SWT.

Atas ketulusan dan ketabahan nabi Ibrahim beserta puteranya Allah pun mengabulkan do’a mereka dan memberikankeberkahan kepada ka’bah sebagai kiblat seluruh umat muslim , hingga sampai saat ini ka’bah tersebut masih diagungkan dan berbagai ras umat muslim dari seluruh penjuru dunia.



Powered by Blogger.