Wahyu Rasulullah SAW di Gua Hira


Gua Hira merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Nabi Muhammad menyendiri dari masyarakat yang pada saat itu masih belum beriman kepada Allah SWT. Gua Hira terletak di negara Saudi Arabia. Letaknya pada tebing menanjak yang agak curam walau tidak terlalu tinggi, oleh karena itu untuk menuju gua itu setiap orang harus memiliki fisik yang kuat.

Wahyu rasulullah SAW di Gua Hira

Gua Hira terletak di Jabal Nur yang berarti Gunung Cahaya, sekitar 6 km sebelah utara Masjidil Haram dari kota Mekkah. Tinggi gunung ini 281 m dengan panjang pendakian sekitar 645 meter. Sebenarnya tidak terlalu tinggi, tetapi medannya cukup berat. Untuk bisa mencapai gua tersebut, kita harus mendaki bebatuan yang terjal dengan sudut kemiringan yang cukup tajam.

Pada usia empat puluh tahun, Rasulullah SAW mulailah tumbuh pada diri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kecenderungan untuk melakukan uzlah. Allah SWT menumbuhkan pada dirinya rasa senang untuk melakukan ikhtila atau menyendiri di Gua Hira, beliau menyendiri dan beribadah di gua tersebut selama beberapa malam bahkan hampir satu bulan.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah ra, menceritakan cara permulaan wahyu, ia berkata : “Wahyu yang diterima oleh Rasulullah SAW dimulai dengan suatu mimpi yang benar. Dalam mimpi itu beliau melihat cahaya terang laksana fajar menyingsing di pagi hari. Kemudian beliau digemarkan (oleh Allah) untuk melakukan khalwat (uzlah). Beliau melakukan khalwat di gua Hira melakukan ibadah selama beberapa malam, kemudian pulang kepada keluarganya (Khadijah) untuk mengambil bekal.

Kebiasaan Rasulullah SAW mengasingkan diri demi mendekatkan pribadi kepada dzat Yang Maha Kuasa. Suatu malam Malaikat Jibril tiba di Gua Hira ketika Muhammad tengah lelap. Saat terjaga, cucu Abdul Muthalib itu terkejut. Beliau bingung serta takut ketika sosok perkasa nan rupawan itu menyodorkan ayat suci pada lempengan kristal yang memancarkan cahaya hijau memukau. Malaikat Jibril menyuruh Nabi SAW untuk membaca sebagian ayat suci al-qur’an yakni surat Al-‘alaq, namun pada saat itu Rasulullah SAW belum bisa membaca al-qu’an karena perintah “Iqra” merupakan wahyu pertama Nabi SAW.

Dengan nada yang merdu dan berwibawa,malaikat Jibril dengan Muhammad lantas mengucapkan firman Allah di lekuk-liku cadas Jabal Nur “Iqra bismirabbik (bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu).” Selama beberapa menit, Nabi Muhammad lari terbirit-birit saat Jibril balik ke langit. Rasulullah lantas pergi menuju ke rumahnya di tengah malam yang teramat benderang oleh kilau bintang dan rembulan. Pada akhirnya Rasulullah menyadari kalau dirinya baru saja dilantik sebagai tuan segala umat. Beliau telah ditentukan sebagai pembawa risalah illahi dan penutup para utusan Allah SWT yang dimulai sejak Nabi Adam alaihis salam hingga hari kiamat nanti.



Powered by Blogger.