Pemerintah Arab Saudi Tak Keluarkan Visa Umroh

Terhitung sejak tanggal 23 Mei 2014, Pemerintah Arab Saudi tidak mengeluarkan visa umroh. Terkait hal ini banyak travel yang dirugikan, karena pihak kerajaan arab saudi tidak mengkonfirmasi keadaan ini sebelumnya. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi berlaku juga di negara negara dunia lainnya termasuk tetangga kita, Malaysia.

Perusahaan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Malaysia mengalami kerugian sekitar RM100 juta atau sekitar Rp 350 miliar karena 15.100 visa jemaah umrah negeri Jiran itu tidak kunjung keluar dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Kuala Lumpur, sebagaimana berita yang disiarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. berita selengkapnya silakan akses 15000 Jamaah Malaysia Tidak Dapat Visa

Pemerintah Saudi Arabia tak Keluarkan Visa
Kejadian serupa juga terjadi di Indonesia dimana banyak travel yang dirugikan akan hal ini, pihak Kerajaan Arab Saudi hanya mengkonfirmasi bahwa komputer mereka terhenti karena bermasalah, sehingga pencetakan visa tidak bisa dilakukan. Kepastian tidak berangkat umroh ini mulai terjadi sejak tanggal 23 Mei 2014 yang telah lalu.

Kejadian ini sebenarnya pernah terjadi pada pertengahan Februari 2011, 3 tahun silam, sehingga dengan kejadian seperti ini banyak sekali pihak travel yang dirugikan. Kerugian dari pihak travel mencapai miliaran rupiah, dikarenakan pihak travel telah membayar biaya untuk tiket penerbangan dan hotel di Arab Saudi. "Pembayaran Full telah dilakukan pihak travel terhadap pihak pihak terkait termasuk uang tiket kepada maskapai penerbangan, Uang untuk Hotel di Mekkah dan Madinah, Uang Transportasi di Mekkah Madinah, Jasa Catering dan Jasa Handling lokal.

Banyak perusahaan perjalanan dan travel kecil yang memiliki modal kecil akan mengalami kerugian besar dan gulun tikar karena kejadian ini, dan seharusnya kejadian kejadian seperti ini bisa dikoordinasikan sebelumnya kepada masing masing Pemerintah tiap negara oleh Kerajaan Arab Saudi agar kejadian serupa di masa yang akan datang tidak terulang lagi.

Kejadian tidak berangkatnya Jamaah Umroh ke tanah suci pada bulan Mei 2014 ini ada juga yang mengindikasikan terhadap tindakan sementara dari Kerajaan Arab Saudi untuk tindakan preventif atau pencegahan virus MERS CoV yang semakin mengkhawatirkan di Arab Saudi.

Apapun yang terjadi dengan hal ini, selayaknya dijadikan pembelajaran oleh pemerintah untuk mengkoordinasikan permasalahan visa umroh dengan pihak kedutaan besar Kerajaan Arab Saudi agar pengusaha tidak menjadi korban.
Powered by Blogger.