Penggunaan Bahasa Arab di Tanah Suci

Bahasa arab di Arab Saudi merupakan bahasa resmi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak dan masyarakat di wilayahnya. Namun bagaimana dengan penggunaan bahasa arab bagi setiap jamaah haji atau umroh yang berasal dari berbagai negara di dunia? Haruskah mengerti dan faham bahasa arab terlebih dahulu? Jawabannya tidak. Tidak semua orang yang akan melakukan ibadah di tanah suci harus mengerti dan bisa menggunakan bahasa arab terlebih dahulu. Di tanah suci sendiri ada beberapa papan petunjuk yang langsung diartikan dalam bahasa lain dan ada yang diartikan dalam bahasa Indonesia, mengingat banyaknya jumlah jemaah haji atau umroh yang datang tiap tahunnya yang berasal dari negara Indonesia.

Penggunaan Bahasa Arab di Tanah Suci
Credit Image: jakarta.go.id

Bahasa arab yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak di negara tersebut sama halnya dengan penggunaan bahasa Indonesia di negara Indonesia. Bahasa Indonesia untuk komunikasi sehari-hari telah berubah sesuai dengan kondisi zaman yang semakin modern, hal ini ditandai dengan berbagai bahasa yang memiliki arti sama namun katanya berbeda, di Indonesia dinamakan dengan bahasa gaul. Seperti itulah bahasa arab di negerinya sendiri, banyak jamaah dari Indonesia yang pekerjaan awalnya adalah sebagai pengajar bahasa arab atau sangat fasih menggunakan bahasa arab dan menjadi pemandu ketika melakukan ibadah haji. Kenyataannya sangat berbeda, bahasa arab telah mengalami banyak perubahan perubahan. Sebagai seorang muslim, bahasa arab bisa ditemui saat membaca Al-Qur’an, hadits yang dibacakan saat ceramah atau bahasa arab yang digunakan untuk khutbah termasuk bahasa resmi. Untuk kehidupan sehari-hari, masyarakat arab menggunakan bahasa arab pasaran yang sudah dikenal luas dan biasa digunakan atau disebut dengan bahasa arab Amiyah.


Bahasa Amiyah juga bermacam-macam tergantung kepada orang itu berasal, misal ada bahasa amiyah orang Arab asli, bahasa Amiyah orang Sudan dan bahasa Amiyah orang Mesir. Sehingga untuk mempelajari bahasa Amiyah harus jelas dan sumber yang didapatkan dari mana.

Ketika akan melakukan ibadah haji atau umroh, kadang selalu mempersiapkan beberapa kata yang mungkin sering digunakan untuk komunikasi seperti “Ma-smuka?” yang artinya “Siapa namamu?” atau bahasa lainnya. Jangan heran ketika bahasa yang telah dipelajari di tanah air akan berbeda dengan nyatanya dan membuat bingung. Namun hal seperti ini bisa diselesaikan dengan mempelajari buku bahasa arab Amiyah yang ada di Indonesia. Buku bahasa Amiyah telah banyak diperjualbelikan, namun pastikan bahwa buku tersebut merupakan buku Amiyah yang bahasanya digunakan oleh orang arab asli. Sehingga tidak akan membuat bingung untuk berkomunikasi dengan orang-orang arab, atau bisa lebih mengerti saat melakukan negosiasi untuk membeli buah tangan yang akan dibawa ke negara asal, Indonesia.
Powered by Blogger.