Rangkaian Ibadah Haji Sa’i


Rangkaian ibadah haji Sa’i merupakan sunnah atau tradisi keluarga nenek moyang kita yakni sejak jaman Nabi Ibrahim as beserta istrinya. Ibnu Abbas menceritakan bahwa Nabi Ibrahim as ketika mendapat perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji, syetan mengodanya di tempat Sa’I tersebut akan tetapi Nabi Ibrahim as berhasil mendahuluinya.

Riwayat lain menuturkan bahwa pada suatu ketika datanglah Ibrahim bersama istri dan anaknya yakni Nabi Ismail as yang ketika itu masih dalam keadaan bayi, suatu ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar beserta Ismail di bawah pohon besar. Di tempat tersebut tidak ada air sedikitpun dan disana pulalah beliau meninggalkan mereka berdua dan hanya di bekali dengan tas yang berisi buah kurma serta sedikit air.

Rangkaian Ibadah Haji

Kemudian Nabi Ibrahim as naik ke atas sebuah gunung dan meneledahkan kedua tangannya dan berdo’a yang berbunyi “Ya Alla Ya Tuhan Kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman-tanaman di dekar rumah engkau (Baitullah) yang di hormati, Ya Tuhan kami (Yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”.( QS.ibrahim 14:37)

Sedangkan Hajar tetap meyusui anaknya yakni Ismail as dan member minumnya dengan peninggalan dari Ayahnya, hingga saatnya persediaan air mereka habis, keduanya merasakan kehausan. Setelah memandangi anaknya yang sedang menggeliat , maka dengan terpaksa Hajar menaiki bukit yang terdekaat dengan tempatnya yakni bukit Shafa, beliau berdo’a sembari menghadapkan ke arah lembah guna melihat apakah ada seseorang disana, namun Hajar tak melihat satu orangpun, lalu ia turun dari bukit tersebut.

Menurut Ibnu Abas bahawanya Rasulullah SAW pernah bersabda “Demikanlah usaha manusia diantara keduanya” Ketika tiba di Marwa Hajar mendengar suara “Engkau telah memperdengarkan apabila padamu terdapat bantuan”. Ternyata orang yang berkata tersebut adalah malaikat yang berada di tempat zam-zam dan member pertolongan kepada Hajar yang membutuhkan air. Pertolongan tersebut tentunya merupakan mukijizat baginya dari Allah SWT.

Dengan riwayat diatas telah di tentukan bawa setiap jemaah haji yang hendak melaksanakan ibadah haji harus menyempurnakan ibadahnya dengan melakukan Sa’i. Ibadah tersebut merupakan berjalan dari bukit Shafa menuju Marwah dan sebaliknya, sebanyaak tujuh kali sebagaimana waktu Hajar berjalan menaiki bukit tersebut untuk mencari sumber air. Hendaknya kegiatan sa’i dimulai dengan langkah biasa sampai dekat dengan tanda pertama yang berwarna hijau, kira-kira jaraknya sejauh enam hasta. Dari lokasi tersebut jemaah haji hendaknya mempercepat langkahnya atau berlari-lari kecil sesampainya ke tanda yang berwarna hijau.
Powered by Blogger.