Kelompok Pemondokan Jamaah Haji

Kelompok pemondokan jamaah haji sudah ditentukan oleh Kementerian Agama dan menjadi patokan setiap tahunnya jika musim haji sudah mulai. Jamaah haji dari Indonesia terbilang sangat banyak pada tiap tahunnya, sehingga pemerintah akan memberikan fasilitas maksimal dan kualitas yang baik untuk kenyamanan para jamaah untuk melakukan ibadah dengan khusyu. Selain pemerintah Indonesia yang meningkatkan fasilitas pemondokan haji, pemerintah kerajaan Arab Saudi pun melakukan hal yang sama, yaitu dengan memberikan standar tinggi untuk pelayanan jamaah yang datang ke tanah suci.

Kelompok Pemondokan Jamaah Haji

Pemondokan yang nyaman dan dekat dengan tempat ibadah menjadi satu hal yang sangat diharapkan oleh setiap jamaah haji yang datang. Pemerintah membagi kelompok pemondokan sesuai dengan jarak tempuh ke Masjidil Haram, kelompok ini biasa dinamakan dengan lingkaran atau ring. Peraturan ring yang berlaku saat ini adalah Ring 1 berjarak 2000 meter atau 2 kilometer dari Masjidil Haram, padahal sebelumnya jarak untuk Ring 1 adalah 2500 meter atau 2,5 kilometer. Ring 1 yang dimaksud adalah pemondokan yang berjarak 0-2 kilomoter yang meliputi wilayah Mahbas Jin, Jumaizah, Syib Amir, Ajyad, Jarwal Taisir, Jarwal, Hafair dan Misfalah. Sedangkan Ring 2 berjarak 2-4 kilometer yang meliputi wilayah Syisyah, Raudhah, Ma’abdah, Aziziah Janubiah, Aziziah Syamaliah, Bakhutmah, Nakasah, Ray Zakhir dan Zahir.

Jumlah rumah yang telah didapat oleh Kementerian Agama per tahun 2013 adalah sebanyak 132 rumah dan bisa menampung jamaah sebanyak 129.713. Sedangkan untuk jarak lebih dari 2 km telah disediakan rumah sebanyak 87 yang bisa menampung 68.331 jamaah. Jarak lebih dari 2 km memang terhitung jauh dan perlu kendaraan untuk bisa datang ke Masjidil Haram.


Oleh karena itu pemerintah menyediakan kendaraan antar jemput atau bus yang bisa mengantarkan jemaah ke Masjidil Haram tiga kali dalam satu hari. Jarak yang ditentukan oleh pemerintah sebagai Ring 1 adalah hasil dari perhitungan jarak yang diambil di peta dan bukan jarak sebenarnya, karena jarak di peta bisa ditarik dengan garis lurus. Padahal kenyataannya jarak yang harus ditempuh oleh jamaah yaitu jalan yang berkelok-kelok dan bisa mencapai 3 km.

Kondisi seperti ini tentu akan sedikit sulit karena banyak jamaah yang ingin melakukan sholat lima waktu di Masjidil Haram, sedangkan jarak yang ditempuh lumayan jauh dan butuh tenaga ekstra. Namun kondisi ini bisa disiasati oleh para jamaah untuk bisa mengatur waktu dan tetap menjaga kondisi tubuh dengan baik. Menjadi pelajaran juga untuk jamaah yang berada di pemondokan Ring 2 untuk tetap berjaga jika kendaraan yang dijanjikan oleh pemerintah tidak tersedia atau mendapat kendala, atau mungkin kendaraan yang tersedia tidak cukup untuk menampung seluru jamaah haji.
Powered by Blogger.