Masjid Sab'ah

Masjid Sab'ah atau Assab’ul masajid jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti tujuh mesjid. Mesjid-mesjid ini berada di kota Madinah yang memang ukurannya tidak terlalu besar dan lebih pantas jika disebut dengan pos keamanan. Ke tujuh mesjid ini memiliki sejarah yang memang perlu untuk diketahui oleh umat muslim yang mencintai Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Masjid ini sangat berkaitan dengan pembelaan terhadap penegakkan agama Allah di tanah suci Madinah.

Masjid Sab

Pada awalnya memang mesjid ini dibangun sebagai penghormatan kepada Salman Al-Farisi yang memiliki peran penting dalam perang Khandaq melawan pasukan kafir Quraisy. Pada saat itu, kafir Quraisy tidak hanya maju dalam peperangan dengan satu pihak saja, mereka bergabung dengan suku lain untuk meruntuhkan benteng pertahanan umat islam sehingga peperangan ini juga diberut dengan perang Ahzab. Tentunya untuk bisa melawan para kafir Quraisy tersebut harus dengan kekuatan yang seimbang. Namun, dengan ide yang diberikan oleh Salman Al-Farisi mampu membuat lawan takluk.

Dalam peperangan ini, Salman Al-Farisi meminta pasukan umat Islam untuk membuat benteng di sekitar Kota Madinah bagian utara dengan menggali beberapa parit. Lawan yang harus dihadang pada saat itu adalah sekitar 10.000 jiwa yang terhitung dari bayi sampai manula. Parit yang dibangun adalah memiliki kedalaman 3,2 meter serta lebar 4,6 meter, yang memanjang sampai jarak 5,5 kilometer. Penggalian parit ini berhasil selesai selama 90 hari, yang pada masing-masing jarak parit tersebut dibangun tujuh pos untuk mengawasi gerak-gerik pasukan musuh ketika tiba di tempat tersebut.


Menurut sebagian riwayat yang lain, selain sebagai pengawas pasukan musuh, Nabi Muhammad SAW menggunakan pos tersebut untuk melaksanakan sholat yang ditempati oleh tujuh sahabat nabi. Ketika musuh datang, mereka tercengang dan bingung dengan keberadaan parit tersebut, sehingga melepaskan busurnya tidak tepat pada sasaran. Namun sebagian ada yang tetap ingin melewati parit tersebut dan harus gagal karena dihadang oleh Ali bin Abi Thalib. Sehingga pasukan kafir Quraisy tersebut menyerah dan memilih untuk berkemah di sekitar wilayah Kota Madinah.

Setelah kejadian tersebut, ke tujuh pos tersebut masih berdiri dengan tegak dan disebut dengan AS-Sab’ul Masajid. Diantara ketujuh masjid itu, salah satunya dibangun masjid yang lebih besar dan masjid tersebut dinamakan dengan Masjid Fath. Masjid ini memiliki jarak yang lumayan jauh dengan Masjid Nabawi, untuk menempuhnya para jamaah yang hendak berkunjung bisa menggunakan jasa taksi dengan harga yang dipatok adalah sekitar 10 riyal.

Mesjid ini juga memberikan pelajaran yang berharga tentang kearifan Nabi Muhammad SAW untuk menerima pendapat orang lain meskipun dari bawahannya sendiri tetapi memiliki manfaat yang besar dan baik untuk dilaksanakan.
Powered by Blogger.