Mengenal Wilayah Tanah Suci Mekah

Mengenal wilayah tanah suci kota Mekah memang menjadi suatu keharusan dan menjadi pengetahuan untuk setiapp muslim untuk menghindari kesalah pahaman. Karena setiap orang pasti memiliki pemikiran bahwa tanah suci mencakup semua wilayah dan daerah di kota Mekah. Padahal pemikiran tersebut adalah salah, terdapat batas untuk wilayah yang termasuk tanah suci Mekah. Batasan-batasan tersebut ada di beberapa tempat yang bisa ditemui di kota Mekah. Mekah sendiri merupakan provinsi yang luas dan memiliki banyak kota di dalamnya, meskipun disebut sebagai tanah suci, ada kota yang tidak termasuk dalam tanah suci ini.

Mengenal Wilayah Tanah Suci Mekah

Batasan tanah suci telah ditentukan oleh Nabi Ibrahim sejak dulu yang mendapatkan perintah dari Malaikat Jibril tentang batasan tersebut dan untuk membedakannya maka dibangunlah tanda dengan batu pada wilayah tersebut. Namun seiring dengan berjalannya waktu, tanda tersebut terus diperbaiki untuk melihat kejelasan batas wilayah tanah suci Mekah kepada umat muslim yang menginjakkan kaki di tanah suci. Sedangkan batasan yang telah ditentukan oleh Nabi Ibrahim tidak pernah berubah baik luas ataupun panjang wilayahnya tetap sama.

Tanda batasan yang bisa dijumpai di tanah suci diantaranya adalah 7 km bagian utara dari Masijidil Haram yang berada di Kampung Tan’im, 16 km arah timur laut dari Masjidil Haram yang bertepatan di jalan Ji’ranah dekat dengan kampung Syarai’ Al-Mujahidin, 15 km arah timur dari Masjidil Haram yang berada di tepi barat lembah ‘Uranah, 12 km arah selatan dari Masjidil Haram terdapat tugu batasan pada wilayah Idha’ah Liben (Tanah Liben) serta 22 km arah barat dari Masjidil Haram terdapat tugu yang berada di Asy-Syumausi (Hudaibiyah).

Batasan tersebut sesuai dengan ketika turunnya Nabi Adam ke dunia bersama Siti Hawa, Mekah menjadi tempat berkumpulnya setiap orang muslim untuk melakukan ibadah. Menurut sejarah, saat Nabi Adam menginjakkan kaki di tanah suci, Nabi Adam langsung meminta kepada Allah untuk dijaga dari godaan iblis yang kemudian permintaan tersebut di Kabulkan oleh Allah SWT. Para malaikat menjaga wilayah tersebut dan tempat yang dijaga tersebut dijadikan batasan wilayah tanah suci.

Karena Mekah merupakan tanah yang suci, maka Allah menyatakan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 28 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Al-Haram sesudah tahun ini! (9 Hijriyah).” Ayat terbut menjelaskan karena kesucian tempat ini, Allah melarang orang kafir yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan perintah Allah untuk tidak menginjakkan kaki setelah tahun 9 Hijriyah. Begitu terjaganya tanah suci yang menjadi negeri paling dicintai oleh Rasulullah SAW ini. Sehingga dalam menjalankan ibadah haji atau umroh bisa mengenal serta mengetahui batasan tanah suci Mekah.
Powered by Blogger.