Pemondokan Haji di Jarwal, Jarwal Taisir dan Zahir

Pemondoka haji di wilaya jarwal, jarwal taisir dan zahir termasuk jarak yang lumayan jauh dari Masjidil Haram. Ketiga wilayah ini berada di sebelah barat Masjidil Haram dan termasuk kedalam Ring 2 yaitu pemondokan jamaah dengan jarak lebih dari 2 kilometer. Untuk bisa datang ke Masjidil Haram mungkin saja dengan berjalan kaki, namun akan membutuhkan watu yang cukup lama dan menghabiskan tenaga, dan lebih baik jika menggunakan transportasi untuk melaksanakan sholat atau ibadah di Masjidil Haram. Namun, untuk jamaah yang tetap akan melakukan perjalanan dengan jalan kaki bisa melewati jalur jalur terminal SAPTCO Gazzah atau Hafair. Tapi pada wilayah Hafair harus tetap berhati-hati, karena di wilayah ini sedang diadakan proyek besar yang sedikit mengganggu jamaah menuju Masjidil Haram.

Pemondokan Haji di Jarwal, Jarwal Taisir dan Zahir

Untuk menghindari wilayah Hafair yang sedang dalam proyek, jamaah bisa menggunakan jalur alternatif yaitu dengan melewati Pintu Bukit Marwah dan berputar melewati jalur Ghazah. Tapi memang membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang panjang, namun tidak akan melewati bisingnya suara alat berat atau kendaraan besar yang membawa material bangunan, ditmabah jalur ini memiliki udara yang bersih.

Wilayah ini termasuk wilayah yang padat dan sedikit sulit untuk mengingat jalan serta tempat yang dilalui, karena banyak kesamaan bentu bangunan dan jalan yang berkelok. Jika akan melakukan perjalanan ke Masjidil Haram dari Jarwal berjarak 2-3 kilometer dan bisa dilakukan dengan jalan kaki atau taksi. Tarif yang berlaku adalah sekitar 2-5 riyal.


Begitupun dengan Jarwal Taisir bisa menggunakan taksi dan dipatok harga yang sama sekitar 2-5 riyal tergantung kemampuan bernegosiasi dengan sopir taksi. Berbeda dengan Zahir yang jaraknya jauh dari Masjidil Haram yaitu sekitar 3,5-4,5 km bisa menggunakan tiga alternative, taksi, Shuttle atau SAPTCO. Sebagai persiapan jika bus yang disediakan pemerintah Indonesia tidak mencukupi atau mengalami kendala, jamaah bisa menggunakan shuttle bus SAPTCO yang menuju ke Tan’im dan berhenti di kampus perempuan Ummul Qura University di Zahir.

Segala cara bisa dilakukan untuk sampai di Masjidil Haram, tergantung masing-masing jamaah yang menjalaninya. Namun ada baiknya menggunakan cara yang bisa menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan segar, melaksanakan ibadah haji bukan sebentar dan diperlukan kemaksimalan dalam beribadah. Asalkan diniatkan dengan baik dan ikhlas semuanya bisa dilakukan dengan lancar. Apalagi saat ini pemerintah telah menyediakan pemondokan (sekarang dikenal dengan hotel haji) yang memiliki fasilitas lengkap atau setara dengan hotel bintang 3/menengah keatas. Semuanya diberikan untuk kenyamanan serta kekhusyu’an dalam beribadah.
Powered by Blogger.