Pemondokan Haji Ma’abdah, Rei Zakhir dan Raudhah

Pemondokan haji di wilayah Ma’abdah, Rei Zakhir dan Raudha merupakan wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dengan Masjidil Haram dan termasuk ke dalam Ring 2. Jarak dari Ma’abdah adalah 2,5-3 kilometer, dan jarak dari Rei Zakhir dan Raudhah adalah 3-3,5 km. Untuk bisa sampai ke Masjidil Haram, jamaah harus menggunakan transportasi karena tidak bisa dilalui dengan berjalan kaki, selain jarak yang jauh juga akan membutuhkan waktu yang lama dan bisa mengganggu kondisi tubuh untuk melaksanakan ibadah haji yang lainnya.
Pemondokan Haji Ma’abdah, Rei Zakhir dan Raudhah

Namun jamaah tak perlu khawatir, karena pemerintah Indonesia dan Arab Saudi telah menyiapkan shuttle bus gratis yang akan melakukan antar jemput selama 24 jam sampai ke Masjidil Haram. Namun, jamaah bisa menggunakan transportasi lain jika shuttle bus yang disediakan oleh pemerintah mengalami kendala yaitu menggunakan taksi. Tarif yang dipatok dari ketiga tempat tersebut adalah sekitar 2-5 riyal, tarif umum yang sama seperti dari pemondokan lain, namun harga tergantung kepiawaian jamaah dalam bernegosiasi, jika harga lebih dari 5 riyal lebih baik mencari taksi yang lain.

Namun shuttle bus hanya akan mengantarkan jamaah sampai ke Terminal Jazera, yaitu tempat kecil yang jaraknya mencapai 1,5 km dari Masjidil Haram, atau tepatnya berada di wilayah Ja’fariyah. Jamaah bisa meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki, namun jika tetap ingin menggunakan shuttle bus bisa menambah harga 1 riyal per satu penumpang kepada sopir sehingga bus akan sampai ke Terminal Ghazah. Dari terminal Ghazah tinggal melakukan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalur Ghazah yang sebagian wilayahnya kini dalam kondisi pengerjaan proyek pelebaran Masjidil Haram.


Di wilayah Ma’abdah memang tidak ada yang aneh, hanya terdapat Masjid bernama Malik Abdul aziz yang setiap harinya mengadakan pengajian rutin. Sedangkan jika musim haji, pengajian dan kajian yang dilaksanakan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, mengingat banyaknya jamaah haji yang datang dan menetap di wilayah tersebut. Tepat di depan Mesjid Malik Abdul Aziz terdapat masjid kecil yang dinamakan dengan Masjid Ijabah yang menurut sejarah Nabi Muhammad SAW pernah singgah di tempat ini dan pada saat itu masih ditempati oleh Bani Kinanah.

Setiap tahunnya pemerintah Indonesia terus meningkatkan fasilitas dan kualitas dari setiap pemondokan untuk meingkatkan kenyamanan beribadah setiap jamaah. Pemerintah juga mengusahakan untuk menyediakan pemondokan yang dekat dengan Masjidil Haram. Meskipun harga yang dipatok oleh pemondokan yang jaraknya jauh lebih murah, namun pemerintah tetap mengusahakan yang terbaik untuk para jamaah. Ditambah dengan mengurangi penyewaan pemondokan yang jaraknya jauh dari Masjidil Haram, mengingat banyaknya calhaj yang telah berusai lanjut dan harus tetap menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
Powered by Blogger.