Pemondokan Haji Wilayah Utaibiah, Sulaimaniah dan Ja’fariyah

Pemondokan haji yang berada di wilayah Utaibiah memang terbilang cukup jauh dari Masjidil Haram tapi termasuk ke dalam ring 1 yaitu dengan jarak 2,5-3,5 kilometer. Namun pemerintah Indonesia ataupun pemerintah Arab Saudi tidak menyediakan transportasi atau bus shuttle untuk jamaah yang tinggal di pemondokan ini. Utaibiyah merupakan desa yang berada di kecamatan Jarwal, untuk bisa sampai ke Masjidil Haram harus melewati jalan yang berkelok dan jauh. Tapi semuanya akan terasa ringan jika dilakukan secara bersama-sama dengan jamaah yang lain. Ditambah daerah ini merupakan daerah yang padat kendaraan dan terkadang terjadi kemacetan, sehingga berjalan kaki adalah alternatif terbaik.

Pemondokan Haji Wilayah Utaibiah, Sulaimaniah dan Ja’fariyah

Kemacetan di Utaibiah sudah menjadi makanan sehari-hari serperti halnya di Jakarta. Namun semua ini disebabkan karena Utaibiah merupaka pusat perbelanjaan untuk kalangan menengah ke bawah. Harga yang ditawarkan termasuk dalam harga yang ekonomis dan terjangkau oleh masyarakat. Kebanyakan di daerah ini terdapat pasar tradisional yang memenuhi sepanjang jalan dengan menjual pakaian murah. Apalagi ketika menginjak hari sudah malam, Utaibiah bagaikan pasar malam yang dipenuhi oleh pengunjung dan pedagang yang banyak. Selain itu, Utaibiah juga terkenal sebagai tempat persembunyian Tenaga Kerja Indonesia yang illegal.

Berbeda dengan Utaibiah yang jaraknya jauh dari Masjidil Haram, Sulaimaniyah dan Ja’fariyah terbilang dekat dan memiliki jarak 2-2,5 km untuk Sulaimaniyah dan 2-3 km untuk Ja’fariyah. Kedua tempat ini sama tidak diberikan transportasi oleh pemerintah. Jika akan melakukan perjalanan ke Masjidil Haram bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan taksi. Tarif yang dipatok dari ketiga tempat tersebut adalah antara 2-5 riyal.


Namun untuk bisa sampai ke Masjidil Haram dari Sulaimaniyah dan Ja’fariyah bisa melawati jalur Gaza dan masuk dengan memilih Pintu Marwah atau Pintu Fath. Jalan yang dilewati akan ramai dengan orang yang berlalu lalang dan pertokoan yang ada di sepanjang jalan. Ketika mulai kelelahan, jamaah bisa singgah di pertokoan tersebut untuk beristirahat. Satu lagi keuntungan jika berjalan kaki melewati jalur ini, jamaa bisa melewati Makam Ma’lah dan bisa berziarah ke makam para sahabat Nabi dan umat Islam yang dimakamkan di tempat ini. Ditambah jika melewati atau tinggal di wilayah Ja’fariyah bisa mengunjungi masjid yang memiliki nilai sejarah Islam yang tingggi yaitu Masjid Jin dan Masjid Syajarah. Mesjid Jin merupakan mesjid dimana para Jin menyatakan masuk Islam di hadapan Nabi Muhammad SAW. Sehingga banyak jamaah yang ingin mengunjungi mesjid ini dengan melakukan umroh ataupun ibadah haji.

Sejarah lain juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah tinggal dan menjadi bagian dari penduduk Sulaimaniyah dan Ja’fariyah.
Powered by Blogger.