Ziarah ke Makam Rasulullah SAW

Ziarah ke makam Rasulullah SAW merupakan sunah untuk setiap muslim yang datang ke Madinah. Memang tidak ada anjuran dengan hukum wajib atau tidak termasuk dalam syarat sahnya haji dan umroh, namun menziarahi makan Nabi Muhammad SAW akan menjadi sebuah kehormatan dan bentuk kecintaan terhadap Nabi akhir zaman. makam Rasulullah berada di Madinah yang bersebelahan dengan Masjid Nabawi. Disampingnya di kedua sisi Makam nabi terdapat dua pemakaman para sahabat nabi, yaitu Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Ziarah ke Makam Rasulullah SAW

Makam Nabi yang berada di dekat dengan Masjid Nabawi ini menurut sejarah merupakan kamar Aisyah. Nabi Muhammad SAW di makamkan di tempat itu sesuai dengan permintaannya sebelum meninggal, karena menjadi sebuah keistimewaan untuk para nabi yang meninggal dan dimakamkan di tempat beliau wafat. Untuk tempat penguburan Rasulullah SAW mendapat beberapa perbedaan dari para sahabat, sehingga kemudian Abu Bakar mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya: “Seorang Nabi dikuburkan di tempat ia wafat.”Nabi Muhamad pada saat itu wafat di kamar Aisyah, sehingga beliau langsung dikuburkan di tempat itu yang bersebelahan dengan Masjid Nabawi.

Namun saat ini karena perluasan Masjid yang terus menerus, makam nabi dan kedua sahabat seolah berada di dalam Masjid Nabawi.

Disaat jamaah haji atau umroh akan berziarah ke Makam Rasulullah, tidak ada kegiatan khusus yang harus dilakukan, yang terpenting adalah mendo’akan beliau. Jamaah bisa mendatangi makam melalui Babus Salam atau pintu lainnya, yang kemudian mengucapkan salam dan sholawat ketika sudah berada di depan makam Rasulullah dan sahabat. Hal yang tidak perlu dilakukan adalah dengan mengusap dinding makam, menunduk atau lainnya yang bisa mengganggu peziarah yang lain.


Beberapa do’a yang bisa dibaca saat berziarah ke Makam nabi adalah yang berarti:

“Semoga keselamatan selalu tercurah atasmu wahai Rasulullah, beserta kasih sayang dan barakah-Nya.”

Selain do’a diatas, peziarah juga bisa mengucapkan do’a seperti yang dipanjatkan oleh putra Ibnu Umar yang artinya:

“Semoga keselamatan selalu tercurah atasmu wahai Rasulullah, semoga keselamatan selalu tercurah atasmu wahai Abu Bakar, semoga keselamatan selalu tercurah atasmu wahai Umar bin Khattab.”

Doa-doa seperti diatas bukan patokan untuk setiap peziarah, yang terpenting saat berziarah para jamaah mendoakan Nabi dan para sahabat dengan makna untuk keselamatan dan kebaikan mereka.
Powered by Blogger.