Konsumsi Nasi di Tanah Suci

Mengkonsumsi nasi di tanah suci akan menjadi kebiasaan jika memasak di pemondokan tiap hari. Namun terdapat kuliner yang bisa sering ditemui di tanah suci untuk orang asia seperti Indonesia yang terbiasa makan pokok dengan nasi. Kebiasaan makan harus dengan nasi menjadi hal yang akan selalu dibawa ke tempat manapun orang tersebut pergi, termasuk ketika melaksanakan ibadah haji atau umroh ke Tanah Suci. Jika malas untuk memasak nasi di maktab adakah rumah makan yang menyediakan nasi? Mengingat masyarakat Arab terbiasa mengkonsumsi roti sebagai makanan pokok.

Konsumsi Nasi di Tanah Suci

Tentu saja ada, bahka hampir di setiap rumah makan bisa ditemui hidangan nasi khususnya yaitu nasi Bukhari. Sangat berbeda dengan nasi yang dihidangkan di Indonesia, bentuk nasi bukhari lebih ramping dan panjang. Cara mengolahnya pun berbeda. Jika di Indonesia nasi hanya disediakan dalam bentuk asli atau tanpa bumbu kecuali nasi goreng, nasi bukhari sebaliknya. Nasi bukhari dihidangkan dengan cita rasa berbeda sesuai dengan resep umum daerah padang pasir yaitu dengan memberikan banyak rempah-rempah, juga ditambah dengan santan dan minyak. Dari bahan yang tercampur saja sudah terbayang bahwa rasanya adalah gurih.


Selain bisa didapatkan dengan mudah, nasi bukhari didapatkan dengan harga yang murah yaitu 5 riyal dan bisa menutupi rasa lapar untuk dua atau tiga orang jamaah Indonesia. Nasi ini juga bisa menjadi alternative disaat malas untuk memasak di pemondokan. Rasa nasi tanah air hanya akan mendapatkan rasa dari teman makan yang ditambahkannya, namun nasi bukhari tanpa teman nasi tetap memiliki rasa. Meskipun jamaah atau pengunjung tetap bisa memilih teman nasi untuk bisa dikonsumsi bersamaan dengan nasi bukhari seperti ayam bakar atau ayam panggang.

Nasi bukhari bisa menjadi makanan padang pasir yang banyak memberikan kenangan untuk jamaah haji ketika telah kembali ke tanah air. Dengan alasan nasi ini menjadi nasi yang paling sering dijumpai dan dikonsumsi. Hidangan pun bisa berbeda-beda tergantung selera, selain dengan ayam bakar atau ayam panggang yang tadi. Di restoran Yaman, nasi bukhari bisa dihidangkan dengan masakan ayam berkuah seperti kuah pada sop atau soto sehingga cara khas makan di tanah air semakin kental dirasakan.
Powered by Blogger.