Masakan Daging Kambing dan Unta di Arab Saudi

Masakan daging kambing menjadi makanan favorit kedua setelah daging ayam. Daging unta ternyata untuk penduduk Arab bukan menjadi makanan khas atau favorit karena daging unta berserat besar dan lebih alot dibandingkan dengan daging kambing. Sehingga tidak sedikit penduduk Arab yang terbiasa membeli seekor kambing dan menyimpannya di lemari pending sebagai makanan sehari-hari. Namun masakan daging unta masih banyak yang menggemarinya, tergantung keahlian si pemasak dalam mengolah daging unta, bahkan untuk orang Indonesia akan penasaran seperti apa memakan daging hewan khas negeri padang pasir tersebut.

Masakan Daging Kambing dan Unta di Arab Saudi

Masakan daging kambing tentunya akan berbeda dengan masakan daging kambing di tanah air, keduanya memiliki cita rasa khas dengan masing-masing bumbu olahan yang berbeda. Di tanah suci, daging kambing bisa dihidangkan dengan beberapa macam, yang paling biasa ditemui adalah dalam olahan kebab atau semacam sate yang dipatok dengan harga 20 riyal. Ada juga daging kambing yang dimasak secara bersamaan dengan nasi yang biasa disebut Mandi harganya adalah 25 riyal. Masakan daging kambing juga cocok untuk dimakan dengan nasi Bukhari tapi dengan jumlah yang tidak terlalu besar hanya beberapa potong saja.

Sedangkan daging unta seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seratnya yang besar dan alot tak sedikit membuat penduduk sekitar malas untuk mengkonsumsinya. Namun seperti apapun bahan tersedia tentunya akan ada seorang ahli yang bisa mengubahnya menjadi masakan yang enak dimakan. Juru masak yang tidak ahli akan meninggalkan bau daging yang tidak enak dan mengganggu selera makan.


Masakan yang bisa membuat jamaah atau penduduk ketagihan adalah olahan daging unta yang dinamakan dengan Mathghuth Hasyi. Masakan ini merupakan gabungan dari dua bahan yaitu nasi dan daging unta. Mathghuth adalah nasi yang diolah secara bersamaan dengan daging dalam satu bejana yang dilengkapi dengan bumbu dan rempah-rempah khas. Pada umumnya memang hampir sama dengan nasi Bukhari, namun Mathghuth aroma rempahnya lebih kuat. Nasi ini dicampur dengan unta muda atau disebut Hasyi sehingga dinamakan Mathghuth Hasyi.

Berbeda dengan daging ayam yang banyak dijual disetiap warung makan atau restoran, masakan daging unta hanya dijual di beberapa rumah makan saja. Namun jika ingin mencoba Mathghuth Hasyi, anda bisa mendatangi restoran Kabsah Hasyi yang berada di Jabal Nur kota Mekah dan menjadi tempat favorit serta banyak direkomendasikan.

Ketika melaksanakan ibadah haji atau umroh jangan takut untuk tidak bisa merasakan masakan yang ada di tanah air karena semuanya telah tersedia, termasuk makanan khas dari belahan dunia yang disediakan oleh beberapa rumah makan. Hasrat unuk mencoba kuliner di tanah suci tetap bisa terpenuhi.
Powered by Blogger.