Pelajar Indonesia Jembatan Untuk Bertanya

Pelajar indonesia yang tersebar di beberapa kota di tanah suci bisa menjadi jembatan bagi para jamaah haji atau umroh untuk bertanya. Bertanya tentang apapun jika tidak mengetahui suatu hal atau menghadapi permasalahan ketika sedang melaksanakan ibadah. Pelajar atau mahasiswa indonesia banyak tersebar di beberapa kota seperti Mekah, Madinah, Jedah atau daerah lainnya seperti Riyadh, Thuwal, dan Unaizah. Pelajar indonesia menjadi alternatif lain untuk bertanya selai lembaga pemerintah yang tersedia.

Pelajar Indonesia Jembatan Untuk Bertanya

Banyaknya pelajar Indonesia yang berada di tanah suci membuat mereka mendirikan organisasi tersendiri dan jumlahnya memang cukup banyak. Namun organisasi pelajar Indonesia yang paling besar adalah Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Mekah (PPMI)yang berada di Arab Saudi. Organisasi ini belum memiliki agenda yang khusus untuk menangani jamaah haji atau umroh tapi tetap saja jika memerlukan bantuan, mereka akan senang hati untuk membantu. PPMI belum memiliki kantor sendiri seperti lembaga yang lainnya mengingat status mereka masih sebagai pelajar, ditambah belum adanya kontak yang bisa dihubungi oleh para jamaah. Namun keberadaan mereka bisa sangat mudah ditemui.

Tempat yang sering digunakan oleh pelajar Indonesia untuk mengadakan pertemuan adalah di majelis halaqah, majelis ini diberikan pengajaran oleh Syaikh Abdurahman Al-Ajlan. Sebagian pelajar Indonesia aktif dalam mengikuti halaqah ini yang diselenggarakan setiap hari selepas magrib sampai waktu isya. Tempat yang digunakan adalah berada di bawah tempat adzan Masjidil Haram atau berada di arah pintu nomor sembilan.


Selain pada malam hari, sebagian pelajar indonesia bisa ditemui pada pagi hari di wilayah pelebaran King Fahd. Mereka merupakan pelajar yang bersekolah di Ma’had Al-Haram dan bisa ditemui pada hari Minggu sampai Kamis setiap pukul 7 sampai jam 11 siang. Sedangkan untuk wilayah Madinah, para pelajar Indonesia bisa dihubungi disaat mengadakan perkumpulan di sekitar pintu nomor 7 sampai ke tengah mesjid Nabawi. Biasanya mereka melaksanakan pertemuan setelah magrib sampai isya dan waktu pagi disaat kajian Ma’had Al-Haram.

Tidak terlalu sulit membedakan pelajar indonesia dengan jamaah atau pekerja. Pada umumnya setiap musim haji tiba, semua kalangan menggunakan jubah dan peci putih dan hampir terlihat sama. Yang membedakan adalah para pelajar Indonesia selalu membawa buku berbahasa Arab kemanapun mereka melangkah. Jika di perjalanan menemui seorang yang membawa buku berbahasa Arab dan berwajah indonesia, maka orang tersebu adalah pelajar Indonesia. Tidak perlu sungkan untuk bertanya mengenai hal yang tidak dimengerti atau meminta bantuan, karena mereka akan senang hati untuk membantu.
Powered by Blogger.