Sarana Komunikasi di Tanah Suci

Sarana komunikasi saat melaksanakan ibadah haji atau umroh di tanah suci merupakan hal penting, karena jarak yang jauh dengan tanah air pastinya komunikasi sangat dibutuhkan dan menjadi kendala yang paling utama. Mengapa menjadi kendala utama? Mengingat bahwa sinyal untuk operator seluler yang dibawa dari tanah air akan sedikit sulit didapatkan di daerah-daerah tertentu, meskipun setiap operator seluler selalu memberikan paket khusus untuk kebutuhan jamaah haji atau umroh. Bahkan sudah menjadi tradisi bahwa setiap kebutuhan jamaah menjadi target utama untuk mendapatkan laba yang besar.

Keuntungan ini tidak hanya didapatkan oleh operator seluler tanah air yang memberikan promo pada saat musim haji mulai tiba, termasuk operator seluler yang berasal dari tanah suci atau tuan rumah. Harga yang ditawarkan operator tuan rumah akan lebih menarik dengan pelayanan prima. Namun tidak semua jamaah bisa menggunakan telepon genggam, lalu bagaimana untuk berkomunikasi dengan keluarga atau kerabat di tanah air? Tentunya di tanah suci terdapat warung telepon (wartel) yang tersebar di berbagai tempat.

Sarana Komunikasi di Tanah Suci

Beberapa operator tuan rumah yang akan sering ditemui adalah Mobily, STC dan ZEIN. Keunggulan yang akan didapat adalah dimanapun jamaah berada, sinyal akan selalu ada meskipun memang harga untuk mengirim pesan atau telepon ditarif mahal, ditambah dengan jaringan internet yang ditawarkan tidak bisa ditandingi oleh operator seluler lainnya. Untuk mendapatkan ketiga kartu tersebut biasanya akan diperjualbelikan sebelum keberangkatan di embarkasi yang wajarnya ditawarkan dengan harga Rp 100.000 untuk kartu berisi 30 riyal. Namun jangan aneh ketika musim haji semakin dekat, para pedagang akan menjual kartu sampai dengan harga 50% lebih mahal.

Disaat telah mendapatkan kartu asal tuan rumah, tidak perlu bingung untuk mencari konter yang menjual pulsa, karena setiap warung yang ada di pinggir jalan pasti menjual pulsa seluler. Yang perlu dilakukan hanya mengatakan “Rashid”, dengan seperti itu pemilik warung akan melayani anda dengan baik, jangan lupa untuk menyebutkan operator seluler yang anda pakai. Cara pengisian pun berbeda dengan di Indonesia, di Arab Saudi sudah tidak lagi menggunakan elektrik tapi menggunakan kartu gesek.


Sebagai pengetahuan sebelum melaksanakan ibadah haji atau umroh di tanah suci, peraturan penggunaan operator seluler telah berubah sejak tahun 2012. Peraturan tersebut adalah untuk penggunaan simcard yang hanya bisa diaktifkan dengan memasukkan nomor identitas, baik menggunakan paspor atau KTP Saudi yang berlaku. Disaat jamaah membeli kartu dalam kondisi sudah di aktivasi, sebaiknya ditanyakan kepada penjual nomor identitas yang telah digunakan. Sama halnya dengan nomor telepon seluler biasanya yang membutuhkan nomor pada saat isi ulang pulsa, nomor identitas tersebut juga digunakan untuk isi ulang pulsa.

Untuk melakukan panggilan dari tanah suci ke tanah air pastikan anda telah menambahkan kode negara, misal kode untuk Indonesia adalah +62 dan diikuti nomor keluarga atau kerabat yang dituju. Sedangkan jika yang akan melakukan panggilan berasal dari tanah air, bisa menambahkan +966 pada awalnya. Untuk lebih murah dalam melakukan panggilan dari tanah air, sebaiknya gunakan kode VoIP sesuai operator seluler yang dipakai. Misal untuk Telkomsel kodenya adalah 01017, Indosat 01016, XL Axiata 01000 dan lainnya. Namun untuk lengkapnya bisa ditanyakan kepada customer service operator seluler yang anda gunakan.
Powered by Blogger.