Ziarah ke Makam Siti Hawa

Melakukan ziarah ke makam Siti Hawa menjadi tujuan utama para jamaah umroh yang datang ke kota Jeddah, dan terkadang travel yang memberangkatkan jamaah umroh atau haji menawarkan paket ziarah ke tempat ini. Memang belum ada ada kepastian tentang peristirahatan terakhir istri Nabi Adam tersebut, namun semua orang yang berziarah atau penduduk sekitar telah mempercayai bahwa makam Siti Hawa benar ada di kota Jeddah dan menjadikannya sebagai tempat yang bersejarah.

Ziarah ke Makam Siti Hawa

Dibalik keindahan Jeddah yang memiliki infrastruktur yang megah bak kota megapolitan di dunia, Jeddah juga menjadi kota yang penuh dengan tempat bersejarah dan menarik untuk dikunjungi. Sekalipun tempat ini tidak masuk dalam salah satu ritual ibadah haji atau umroh, tetap saja banyak wisatawan dan jamaah yang menyempatkan diri datang ke kota ini yang sekaligus menjadi gerbang utama menuju ke Mekah.

Tempat yang disebut makam Siti Hawa ini berbentuk bangunan biasa tanpa atap yang hanya dikelilingi dengan tembok setinggi 3 meter dan dilapisi dengan marmer. Luas tempat tersebut adalah 3 kali luas lapangan bola. Namun tidak ada yang menarim atau berbeda saat tiba ke Makam ini, di depan gerbang pintu masuk hanya terdapat tulisan Maqbarah Hawwa atau dalam bahasa Indonesia berarti Makam Siti Hawa. Pengunjung yang datang akan penasaran isi dari bangunan yang dikelilingi bangunan tembok itu. Apalagi beberapa cerita mengatakan bahwa perempuan dilarang masuk ke makam oleh penjaga dengan alasan Bid’ah, namun bid’ah tersebut tidak dijelaskan seperti apa.


Ketika memasuki area makam, yang terlihat dari pertama kali adalah hamparan padang luas tanpa ada rumput hijau diatasnya. Tidak ada gundukan tanah atau batu nisan yang menunjukkan Makam Siti Hawa. Pemakaman ini berbeda dengan pemakaman pada umumnya, yang dapat dijumpai adalah tanah yang dijadikan blok-blok dengan ukuran 1x1 meter dan jalur-jalur panjang makam yang dihiasi dengan merpati jinak. Di lorong masuk terdapat doa dan adab berziarah ke makam, tempat pemandian jenazah, kamar kecil dan mushola. Para penjaga sendiri tidak mengetahui secara jelas dimana makam Siti Hawa dan menganjurkan untuk langsung berdoa agar amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Menurut beberapa sejarah mengatakan bahwa penamaan kota Jeddah diambil dari kata Jaddah yang berarti nenek, ini menunjukkan bahwa Siti Hawa merupakan nenek moyang yang pertama kali diturunkan di Jeddah dan dimakamkan di kota Jeddah juga. Meskipun tidak jelas letak dari makam Siti Hawa, ada ssalah satu makam yang memiliki ukuran panjang 5 meter dan para peziarah meyakininya bahwa itu adalah Makam Siti Hawa. Semuanya kembali lagi kepada Allah SWT yang Maha Mengetahui segalanya.
Powered by Blogger.