Sorban Khas Tanah Suci

Sorban dari tanah suci menjadi salah satu barang yang berharga untuk dijadikan oleh-oleh karena sebagian masyarakat menganggap hanya orang tertentu yang bisa menggunakannya. Sorban yang paling dikenal adalah sorban yang berwarna merah dan dianggap lebih khas, padahal masyarakat arab banyak yang menggunakan sorban berwarna putih atau kafeyah biasa. Secara umum sorban berwarna merah sama dengan sorban yang lainnya, yang menjadi ke-khasan nya adalah cara penggunaan dari sorban tersebut. Dalam bahasa Arab sorban yang berwarna merah dinamakan dengan Syimagh, sedangkan jenis yang lainnya disebut ghutrhah yaitu sorban berwarna putih.

Sorban Khas Tanah Suci

Perbedaan penggunaan sorban ini adalah di tanah air sorban biasanya digunakan seperti kafeyah atau disimpan di pundak dilingkarkan seperti syal, sedangkan di Tanah suci sorban digunakan diatas kepala yang sudah dipakaikan peci terlebih dahulu. Penggunaannya menyelimuti kepala hampir sama dengan penggunaan hijab, sebagian orang juga menambahkan ikat diatas kepalanya atau aksesoris sejenis. Tujuan penggunaan seperti ini adalah untuk menghindari hembusan panas atau dingin cuaca gurun pasir.


Syimagh bisa dijadikan oleh-oleh yang khas dari tanah suci, selain makanan seperti kurma atau pakaian khas seperti jubah. Kerabat yang mendapatkan Syimagh akan merasa bangga terlebih jika yang membawanya telah melaksanakan ibadah haji atau umroh. Untuk bisa mendapatkan kain ini, jamaah tidak perlu bingung, Syimagh bisa ditemukan di seluruh penjuru tanah suci. Harganya? Tenang, satu sorban bisa didapatkan mulai dari harga 15 riyal saja. Namun jika ingin mendapatkan kain sorban yang berharga tinggi untuk kenangan keluarga bisa memilih Syimagh dengan merek seperti Gazzaz atau lainnya.

Pasangan dari Syimagh untuk lebih lengkap adalah dengan membeli jubahnya atau disebut dengan Tub (pakaian gamis laki-laki), sehingga akan terasa nuansa Timur Tengah yang sangat khas.
Powered by Blogger.