Hati-Hati Terhadap Mafia Badal Haji

Badal haji untuk orang yang memiliki udzur syar’i menurut sebagian besar ulama Indonesia dan ulama timur tengah memang diperbolehkan, meski masih ada yang mempertanyakannya. Diperbolehkannya badal haji membuat banyak pihak berlomba dan menawarkan jasa badal haji. Namun membadalkan haji tidak bisa sembarangan tetap harus mengikuti aturan dan syarat yang harus dipenuhi. Diperbolehkannya badal haji menurut para ulama berdasarkan hadits nabi dan perbuatan para sahabat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah harus melihat kondisi dari orang yang akan dibadali. Menurut syari’at islam orang yang boleh dibadali adalah sakit keras, lemah atau wafat. Namun disaat akan membadalkan haji untuk orang tua harus mengutamakan anak kandung terlebih dahulu, jika anaknya masih mampu maka badal haji bisa dilakukan tanpa harus meminta membadalkan kepada orang lain. Jika anak kandung tidak bisa atau berhalangan bisa memintanya kepada orang yang bisa dipercaya seperti kyai, imam masjid atau mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di tanah suci.

Hati-Hati Ketika Melakukan Badal Haji

Syarat lain yang perlu diperhatikan adalah badal haji hanya bisa dilakukan oleh orang yang telah berhaji begitupun dengan orang yang sudah berumrah bisa membadalkan umrah. Dan yang terakhir adalah setiap orang hanya bisa membadali satu orang saja tidak boleh lebih.

Pada kenyataannya orang yang menawarkan untuk melakukan badal haji memasang harga yang rendah dibandingkan dengan seharusnya. Sehingga menarik banyak keluarga yang akan dibadalkan hajinya, tidak satu atau dua orang bahkan berpuluh-puluh orang dan semuanya diterima. Ketika seorang yang dipercayakan pergi untuk membadalkan haji orang-orang tersebut, maka badal haji nya tidak diterima di sisi Allah SWT. Seperti ketentuan yang telah disebutkan sebelumnya bahwa satu orang hanya bisa membadalkan satu orang saja tidak lebih.

Untuk membedakannya memang sulit, saat ini pembuatan piagam badal haji bisa dilakukan dengan mudah oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga harus hati-hati jika ada TKI yang menawarkan untuk pembuatan piagam badal haji. Untuk menanggapi hal ini, penyelenggara ibadah haji di tanah suci membangun beberapa yayasan muthawif untuk melayani bimbingan dan badal haji. Pembimbing dan badal haji yang resmi dan dapat dipercaya adalah yang telah memiliki sertifikat rsmi dari kementerian haji Arab Saudi.

Untuk pemberian hadiah bagi orang yang telah melakukan badal haji diwenangkan dalam islam, namun harus tetap sewajarnya. Pemberian hadiah ini sebagai tanda terimakasih atau atas ganti biaya transportasi selama melaksanakan badal haji. Jika membadalkan haji mulai dari tanah air maka bisa menggantikan biaya transportasi dari tanah air ke tanah suci. Sedangkan jika badal dilakukan oleh mahasiswa di tanah suci maka bisa memberikan tanda terimakasih sewajarnya sebagaimana yang berlaku di masyarakat Arab.
Powered by Blogger.