Perpustakaan Digital Di Masjid Nabawi

Perpustakaan digital di masjid Nabawi disediakan untuk kebutuhan masyarakat, jamaah haji atau umroh yang datang ke tanah suci dan ingin mendapatkan pelajaran mengenai Islam. perpustakaan ini berada di pintu no 17 Masjid Nabawi, selain bisa mendapatkan file gratis dari petugas, datang ke perpustakaan digital bisa menggunakan fasilitas internet yang disediakan untuk melihat situs-situs islami. Fasilitas ini diberikan secara gratis oleh petugas, jika ingin mendapatkan file dari perpustakaan ini juga tetap bisa hanya perlu menyediakan CD, DVD, flashdik atau memori eksternal untuk menyimpan file. Jika kebanyakan perpustakaan masih dalam kondisi manual atau hanya dipenuhi dengan buku-buku saja, perpustakaan ini sudah lengkap akan keduanya.

Perpustakaan Digital Di Masjid Nabawi

Mendapatkan pelajaran baru menganai aga islam begitu mudah di tanah suci, asalkan ada niat untuk mencari dan mempelajarinya semua disediakan dengan mudah. Salah satunya adalah pembagian buku islami secara gratis yang bisa ditemukan mulai dari bandara King Abdul Aziz sampai ke daerah-daerah di tanah suci yang dikunjungi. Namun jika ingin mendapatkan buku yang resmi untuk dijadikan hadiah bagi kerabat, imam, atau perpustakaan di mesjid yang ada di tanah air, yang perlu dilakukan hanyalah membuat surat yang diajukan seperti surat pengajuan untuk mendapatkan Al-Qur’an gratis. Buku yang diberikan bermacam-macam judul sehingga bisa menambah wawasan bagi yang menerimanya.

Jika ingin mendapatkan rekaman kajian atau murotal dari perpustakaan digital tidak perlu mengajukan surat permohonan, setelah disiapkan alat penyimpanan file tinggal meminta kepada petugas dan sebelumnya akan diberikan katalog yang berisi rincian file yang ada di perpustakaan tersebut. Kajian keagamaan yang dipersiapkan rata-rata berbahasa Arab, namun jangan kecewa karena ada juga yang disediakan dalam bahasa Indonesia. Pengisi kajian berbahasa Indonesia adalah orang Indonesia yang sedang melanjutkan pasca sarjana di tanah suci. Diantaranya adalah mahasiswa pasca sarjana program doktoral di Universitas Islam Madinah seperti ustadz Firanda Andirja, MA., ustadz Anas Burhanuddin, MA., dan ustadz Abdullah Roy MA.

Kemudahan dalam mendapatkan barang yang bermanfaat di tanah suci bisa dijadikan sebagai oleh-oleh, selain itu tidak mengeluarkan banyak biaya untuk bisa mendapatkannya. Asalkan dengan niat yang ikhlas semuanya akan dipermudah. Idarah Syautiyah (kantor pengurus perpustakaan digital) juga menyediakan rekaman murotal dari imam-imam Masjidil Haram yang bisa didapatkan dengan cuma cuma. Banyak hal yang gratis di tanah suci ini, bahkan masyarakat Arab sudah terbiasa untuk saling berbagi baik dengan masyarakat sendiri ataupun dengan jamaah yang hendak melaksanakan ibadah haji atau umroh. Membeli oleh-oleh tak perlu mahal jika mengetahui bahwa banyak yang bisa didapatkan dengan cuma-cuma jika memang mengetahuinya.
Powered by Blogger.