Bus Shalawat Jamaah Haji

Bus shalawat merupakan salah satu inovasi yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk para jamaah haji yang datang dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi saat ini Makkah dalam tahap renovasi dan perluasan Masjidil Haram yang menyebabkan sebagian pemondokan haji para jamaah akan lebih jauh dari biasanya. Untuk mengantisipasi hal itu maka disediakan lah bus shalawat. Bus ini wajib disediakan oleh misi haji Indonesia yang ada di Mekkah untuk mempermudah para jamaah haji dalam melakukan perjalanan dari penginapan ke Masjidil haram atau sebaliknya. Terutama bagi jamaah haji yang telah lanjut usia.

Bus Shalawat Jamaah Haji

Bus shalawat telah ada sejak beberapa tahun terakhir namun penggunaannya hanya terbatas dan seiring dengan menjauhnya pemondokan ibadah haji, bus ini akan sangat dibutuhkan. Ketentuan mengenai bus shalawat diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi bagi jamaah yang menempati pemondokan lebih dari 2000 meter/2 kilometer. Karena banyaknya jamaah haji Indonesia yang berusia lanjut maka pemerintah Indonesia menetapkan penggunaan bus shalawat tidak hanya untuk penginapan yang jaraknya jauh saja tetapi juga untuk penginapan yang jaraknya lebih dekat dari Masjidil Haram namun jalan yang dilalui terjal dan cukup rumit.

Bus shalawat yang akan digunakan untuk transportasi jamaah haji harus memenuhi syarat dan fasilitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Diantaranya adalah sebuah bus harus memiliki tiga pintu yang bisa memuat 70 jamaah haji (45 diantaranya duduk) dan didalamnya telah dilengkapi dengan pendingan udara, memiliki pengeras suara, terdapat alat pemecah kaca, ban cadangan, kotak kesehatan serta bus yang dibuat minimal tahun 2007.

Bus akan beroperasi selama jamaah haji melaksanakan rangkaian ibadah haji, namun tidak akan beroperasi selama 8 hari pada saat Armina (Arafah-Mina) dan kembali beroperasi pada saat kepulangan jamaah haji.

Rute yang dilalui oleh bus shalawat cukup banyak, jamaah perlu mengingatnya dengan baik agar tidak salah jalan dan salah pilih bus. Maka dari itu masing-masing bus pada rute tertentu akan diberikan ciri dengan menempelkan tanda berwarna beserta nomor bus. Nomor bus ditujukan untuk jamaah haji yang buta warna sehingga masih bisa melihat bus rute tujuaannya dengan tepat.

Pada pelaksanaan haji 2014, bus shalawat telah dioperasikan secara menyeluruh dengan 13 rute. Salah satu rute adalah tujuan Mahbas Jin. Bagi jamaah yang menggunakan bus rute ini harus melakukan penggantian bus 1 kali, karena Mahbas Jin merupakan terminal transit. Dari terminal ini jamaah harus mengganti bus untuk tujuan Bab Ali, setelah sampai Bab Ali barulah bisa berjalan kaki menuju tempat tujuan.

Karena banyaknya penggunan bus shalawat ini, setiap jamaah harus lebih berhati-hati dan lebih baik untuk menggunakan bus di waktu yang lebih senggang, disaat kepadatan jamaah sedikit berkurang yaitu dengan pergi lebih awal dan pulang lebih akhir.
Powered by Blogger.