Fidyah Dalam Umrah dan Haji

Membayar fidyah pada saat umrah atau haji adalah salah satu hal yang perlu dilakukan oleh jamaah jika melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan atau tidak diperbolehkan ketika sedang melaksanakan rangkaian haji atau umrah. Biasanya pada kondisi umum seseorang yang telah renta dan tidak bisa berpuasa pada bulan Ramadhan, maka yang bersangkutan harus membayar fidyah. Fidyah yang diberikan adalah dengan memberi makan fakir miskin, sebagai contoh adalah jika membayar fidyah menggunakan beras maka harus menghitung dalam satu hari puasa menghabiskan berapa kg beras. Misal jika satu hari 2,5 kg, maka dikalikan dengan berapa hari dia tidak berpuasa.

Fidyah Saat Umrah dan Haji

Sama halnya dengan fidyah pada saat umrah atau haji, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 196 yang artinya: “… maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban.” Fidyah dalam berhaji atau umrah dibedakan atas dua jenis yaitu Fidyah Takhyir dan Fidyah Tartib.

Fidyah Takhyir

Fidyah Takhyir merupakan fidyah pilihan dimana jamaah bisa memilih dengan cara seperti apa melakukan fidyah nya. Fidyah ini bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu dengan berpuasa tiga hari, yang kedua adalah dengan memberi makan fakir miskin sebanyak 6 orang, masing-masing mendapatkan setengah sha’ makanan di Negara tersebut. Dan yang terakhir adalah dengan menyembelih kambing, dagingnya dibagikan kepada fakir miskin di tanah haram.

Fidyah Takhyir dilakukan karena jamaah melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan pada saat melaksanakan ihram seperti memotong kuku, mencukur rambut, memakai wewangian, memakai penutup kepala atau berhubungan badan. Jika salah satu hal tersebut dilakukan maka harus membayar fidyah dengan memilih salah satu dari tiga cara diatas.

Berbeda dengan fidyah yang dibayarkan karena membunuh binatang buruan, cara membayar fidyahnya adalah lebih ringan daripada tiga cara diatas. Pertama dengan menyembelih hewan ternak yang setara dengan hewan buruan, yang kedua adalah memberi makan orang miskin dengan ukuran satu mud, dan terakhir adalah berpuasa selama satu hari.

Fidyah Tartib

Fidyah tartib atau disebut dengan fidyah berurutan adalah fidyah yang dibayarkan khusus untuk jamaah yang melaksanakan haji Tamattu’ (melaksanakan umroh terlebih dahulu kemudian haji). Fidyah dibayarkan dengan menyembelih seekor kambing atau dengan melaksanakan puasa selama 10 hari, masing-masing 3 hari selama melaksanakan ibadah haji dan 7 hari setelah kembali ke tanah air. Aturan tersebut seperti firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 196 yang artinya: “Apabila kalian dalam keadaan aman, maka barang siapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kalian kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari).”

Dari ketentuan diatas yang tidak wajib membayar fidyah adalah orang yang lupa, tidak tahu dan orang yang terpaksa. Sedangkan fidyah wajib dibayarkan bagi jamaah yang melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam ihram.
Powered by Blogger.