Kebakaran Pertama di Masjid Nabawi

Kebakaran pertama di Masjid Nabawi terjadi pada masa Daulah Abbasiyah ketika bulan Ramadhan. Kebakaran tersebut menghabiskan semua bangunan yang terdapat di masjid Nabawi, dan mengaharuskan untuk adanya pembangunan ulang. Sehingga Khalifah Mu’tashim yang memimpin Daulah Abassiyah pada saat itu memerintahkan untuk membangun kembali masjid Nabawi. Pembangunan mulai dilakukan ada tahun 655 H dengan menyiapkan sejumlah dana untuk bisa membangun kembali masjid Nabawi tersebut, namun sayang dipertengahan pembangunan harus terhenti dengan adanya serangan dari bangsa Tartar.

Kebakaran Pertama di Masjid Nabawi

Serangan dari bangsa Tartar atau Mongol menghancurkan Kekhalifahan Abbasiyah Baghdad dengan ditandai jatuhnya Baghdad pada tahun 656 H. Tidak sampai disitu, pembangunan Masjid Nabawi kembali diteruskan pada masa Dinasti Mamalik sampai dengan selesai pada tahun 661 H. Pembangunan masjid Nabawi diusahakan tidak merubah bentuk semula sebelum terjadinya kebakaran. Karena habis luluh lantak setelah kebakaran tersebut, tidak hanya para pemimpin Dinasti Mamalik yang memiliki peran besar terhadap pembangunan Masjid Nabawi. Pemimpin lain dari berbagai negara ikut membantu melengkapi sarana prasarana yang ada di masjid tersebut.

Pemimpin negara yang ikut membantu dalam sarana prasarana adalah Raja Muzhaffar dari negeri Yaman yang memberikan mimbar baru untuk mengganti mimbar sebelumnya yang telah habis di lalap api.

Secara berkala setelah adanya mimbar, pemimpin dari Cyprus ikut mengirimkan sarana prasarana dengan memberi papan pembatas yang terbuat dari kayu. Pada masa itu Cyprus tengah dipimpin oleh Raja Zhahir tahun 665 H.

Renovasi-renovasi lainnya terus dilakukan setalah terjadinya kebakaran tersebut, pada tahun 678 H kembali dilakukan renovasi dengan menambahkan kubah diatas kamar bekas Rasulullah SAW. Sebelumnya di sekeliling kamar tersebut dipasang papan kayu pemberian dari Raja Zhahir. Kubah yang dipasang sekaligus menjadi ciri khas dari masjid Nabawi. Dapat terlihat pada kondisi saat ini, kubah di masjid nabawi terus bertambah seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan kepemimpinan di Madinah.

Sama halnya dengan pembangunan menara-menara di masjid Nabawi yang jumlahnya saat ini mencapai 10 menara. Arsitektur yang terdapat menara juga terlihat indah dengan bebagai ukiran dan lampu yang dipasang untuk menerangi malam hari. Masih pada saat setelah terjadi kebakaran di Masjid Nabawi, tahun 706 H dibangun menara keempat atas perintah dari Sultan Muhammad Qalawun. Menara keempat ini direnovasi kembali karena pernah mengalami kehancuran pada masa Daulah Umayah.

Dari masa ke masa masjid Nabawi selalu mengalami perubahan dan perluasan, hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan umat islam yang datang ke Madinah untuk melaksanakan haji atau umroh. Setiap tahun jumlah jamaah yang berdatangan selalu bertambah dan membutuhkan tempat yang cukup luas, tidak hanya untuk beribadah tetapi keperluan-keperluan lainnya.
Powered by Blogger.