Masjid Ar-Rayah

Begitu banyak masjid bersejarah peninggalan pada zaman Rasulullah SAW di kota Madinah. Sebagai seorang muslim sudah tentu akan menjadi pengetahuan dan pembelajaran yang sangat penting mengenai Islam sejak zaman dahulu. Salah satu tempat yang meninggalkan banyak sejarah adalah masjid-masjid yang terdapat di tanah suci, salah satunya Masjid Ar-Rayah. Masjid ini berada di atas pegunungan, bagian gunung kecil yang dinamakan dengan gunung Dzibab. Gunung ini terletak di sebelah utara Gunung Sila’. Selain disebut dengan masjid Ar-Rayah, masjid ini terkenal juga dengan sebutan Masjid Dzibab.

Ar-Rayah dalam Bahasa Indonesia memiliki arti bendera yang digunakan dalam perang, karena semasa itu kondisi di Madinah sekitar gunung Dzibab sedang dalam perang Ahzab (Pertempuran Khandaq). Ahzab adalah perang gabungan dimana kaum muslimin tidak hanya menghadapi kaum Quraisy saja tetapi dengan beberapa sekutu lainnya Yahudi dan Gafatan. Ar-Rayah juga erat kaitannya dengan kubah Nabi Muhammad SAW yang dipasang di sekitar daerah tersebut.

Masjid Ar-Rayah

Sedangkan awal mula penamaan masjid Dzibab adalah bukan karena letaknya yang berada di gunung Dzibab, namun karena dinisbahkan kepada salah seorang penduduk Yaman yang datang ke Madinah. Tujuan kedatangannya menimbulkan sebuah permasalahan karena membunuh salah seorang pegawai pemerintah pada masa Gubernur Marwan bin Al-Hakam. Hukumannya adalah dengan menghukum mati dan dirinya disalib di atas gunung Dzibab.

Sejarah mengenai Masjid Ar-Rayah tidak sedetail seperti masjid-masjid lainnya yang terkenal dan sering dikunjungi oleh umat muslim di saat melaksanakan haji atau umroh. Namun dapat diketahui bahwa masjid ini dibangun masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz tahun 87-93 Hijriah. Sempat diruntuhkan pada abad ke-3 H dan dibangun lagi ketika masa pemerintahan Gubernur Janbek tahun 245.

Meskipun tidak seperti masjid-masjid bersejarah lainnya yang terdapat di Madinah dan Mekkah, pemerintahan Arab Saudi khususnya Kementerian Urusan Islam, Wakaf, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi tetap menjaga dan memperhatikan kondisi masjid ini dengan baik. Luas bangunan hanya mencapai 4 meter untuk panjangnya dan tingginya sekitar 6 meter, namun arsitektur dengan gaya klasik menjadi symbol sejarah yang tidak boleh dihilangkan. Keberadaannya saat ini diantara bangunan-bangunan penduduk tapi tetap dapat terlihat dengan adanya kubah di bagian atas masjid.

Banyaknya masjid yang tersebar di Kota suci Mekkah dan Madinah menandakan perjuangan Islam dari zaman dahulu sampai zaman sekarang sangat dipertahankan. Dan tentunya sejarah yang tercatat bisa menjadi pembelajaran bagi umat Islam yang ada di seluruh dunia. Letak secara detail Masjid Ar-Rayah adalah berada di sebelah kiri Jalan Al-‘Uyun, diagian belakang SPBU az-Zhugaibi (berada di pertengahan antara Jalan al-‘Uyun dan jalan Sulthanah. Masih banyak lagi situs-situs sejarah Islam yang tersebar di tanah suci dan menarik untuk diketahui.
Powered by Blogger.