Menara Mesjid Nabawi Pada Perluasan Saudi

Perluasan Saudi Arabia memberikan dampak yang cukup besar terhadap pembangunan/renovasi Masjid Nabawi sebagai tempat beribadah dan berkumpulnya umat muslim dalam menjalankan rangkaian ibadah haji ataupun umroh. Masjid Nabawi yang ada pada saat ini tentunya mengalami renovasi yang panjang sejak zaman-zaman pemerintahan terdahulu. Terutama pada saat perluasan Saudi yang pertama dan kedua, dan keduanya mempengaruhi renovasi terhadap menara masjid yang ada pada saat itu.

Menara Mesjid Nabawi Pada Perluasan Saudi

Menara yang digunakan untuk adzan di masjid nabawi pertama kali dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz. Sepanjang pemerintahan menara tersebut terus mengalami perluasan dan sampai pada perluasan Saudi yang pertama masjid Nabawi telah memiliki 5 menara. Perluasan Saudi yang pertama berlangsung pada tahun 1370-1375 Hijriah, dari kelima menara yang ada kemudian diruntuhkan sebanyak 3 menara dan dibuatkan yang baru 2 menara. Sehingga jumlah menara yang ada adalah sebanyak 4 buah.

Tidak berhenti disitu, pada perluasan Saudi yang kedua menara masjid Nabawi ditambah lagi dengan 6 menara baru dan menggenapkan jumlahnya menjadi 10 menara. Masing-masing menara yang dibangun pada dua waktu yang berbeda tersebut memiliki bentuk, keunikan dan keunggulan yang berbeda pula. Namun menara yang dibangun pada perluasan Saudi kedua memiliki ukuran yang lebih tinggi dari menara sebelumnya. Ukurannya adalah 32 meter lebih tinggi atau mencapai 104 meter.

Masing-masing menara memiliki lima lantai dengan bentuk yang unik. Setiap lantai telah disesuaikan dengan desain terbaru namun tatanannya disamakan dengan menara-menara yang telah dibangun pada pertama kali.

Pada lantai pertama semua menara berbentuk persegi empat namun dengan tinggi yang berbeda (antara menara yang dibangun pada perluasan Saudi pertama dan perluasan Saudi yang kedua). Lantai kedua membentuk persegi delapan dan masing-masing hanya berbeda pada ukuran tingginya saja. Lantai ketiga berbentuk silinder, lantai tersebut dihiasi dengan garis berombak dan pada menara yang kedua diberi warna timah yang cerah pada bagian permukaannya.

Menara yang dibangun pada perluasan Saudi pertama lantai empat dan lantai lima memiliki ukuran yang sama dan diakhiri dengan bentuk seperti kerucut. Pada menara yang kedua lantai 4 dan lantai 5 berbentuk silinder, kerucut dan kubah kecil diatasnya terdapat hiasan bulan sabit. Menara-menara ini tidak hanya indah dipandang karena ukiran-ukirannya saja tetapi juga dengan lampu yang menerangi ketika malam hari. Pada ketinggian 86 meter terdapat leser yang memantulkan cahaya ke arah atas, ini bisa dijadikan sebagai patokan kiblat meskipun sedang berada pada jarak sekitar 50 kali dari Masjid Nabawi.

Dari sekian banyak menara dan kubah masjid Nabawi, hanya ada satu yang menonjol yaitu kubah berwarna hijau dan menara yang bagian atasnya berwarna hijau pula. Tepat di bawah kubah hijau tersebut adalah merupakan makam Rasulullah SAW.
Powered by Blogger.