Renovasi Masjid Nabawi Masa Raja Abdullah bin Abdul Aziz

Renovasi masjid Nabawi pada masa Raja Abdullah bin Abdul Aziz merupakan penerusan dari masa-masa pemerintahan sebelumnya. Maksudnya adalah setiap masa pemerintahan selalu ada renovasi dan perluasan untuk masjid Nabawi, dan sama halnya dengan Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Fokus utama untuk melakukan renovasi dan pembaharuan adalah Makkah dan Madinah, Masjid Nabawi yang ada di Madinah adalah salah satunya. Sejak awal kunjungan ke Madinah pada pemerintahannya telah banyak rencana pembangunan yang telah dipersiapkan, mulai dari perluasan, serta inovasi pembangunan kubah dan payung raksasa.

Renovasi Masjid Nabawi Masa Raja Abdullah bin Abdul Aziz

Kubah sebagai pertanda dari sebuah masjid juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai bergeraknya sirkulasi udara di dalam Masjid. Kubah dan payung raksasa adalah inovasi pada zaman modern dan dapat memperindah masjid Nabawi sebagai tempat beribadah. Kubah yang telah dibangun sampai saat ini adalah berjumlah 27 kubah yang dapat digeser jika diperlukan. Misal jika dalam kondisi panas maka kubah tersebut bisa di tutup secara manual ataupun otomatis sehingga jamaah yang sedang beribadah tidak akan terkena terik matahari secara langsung. Uniknya untuk membuka dan menutup kubah ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Dengan berat 10 ton bisa digeser secara manual memerlukan waktu setengah jam, sedangkan jika secara otomatis hanya memerlukan waktu setengah menit saja.

Payung rakasasa adalah merupakan proyek yang juga direncanankan oleh Raja Abdullah bin Abdul Aziz dengan tujuan untuk memberikan kenyamanan bagi setiap orang yang beribadah tanpa harus takut terkena panas yang terik atau hujan yang mengguyur. Karena merupakan inovasi yang modern, pembangunan payung raksasa memerhatikan saluran air jika hujan tiba, sehingga tidak menyebabkan banjir di sekitar masjid Nabawi. Proyek pembangunan yang direncanakan pada saat itu adalah berjumlah 182 buah dan bisa menutupi area masjid di berbagai penjuru.

Untuk memperindah kembali masjid Nabawi, payung raksasa yang dibangun diberikan lampu-lampu untuk menerangi masjid pada malah hari. Satu payung bisa melindungi 200 jamaah dengan ukuran 576 m2 area masjid.

Selain pembangunan payung raksasa dan kubah, Raja Abdullah bin Abdul Aziz memperluas masjid Nabawi agar bisa menampung jamaah yang lebih banyak. Perluasan dilakukan pada sebelah timur dengan ukuran 37.000 m2. Luas lahan tersebut sebagian dipergunakan untuk keperluan parkir, tempat wudlu khusus wanita dan toilet. Semua ukuran kendaraan yang menampung jamaah bisa masuk pada area lahan parkiran dan tempat penurunan penumpang. Dan yang terakhir adalah rencana untuk pembangunan tiga terowongan yang bisa menghubungkan secara langsung ke jalan utama kota Madinah yaitu Jalan Raja Faishal.

Pada setiap pemerintahan raja di Arab Saudi, masjid Nabawi selalu mendapatkan renovasi dan perluasan. Ditambah dengan semakin tingginya minat umat Islam di seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh setiap tahunnya membutuhkan tempat yang cukup luas.
Powered by Blogger.