Antisipasi Agar Tidak Tersesat di Tanah Suci

Hal yang perlu dilakukan ketika tersesat di tanah suci harus menjadi persiapan utama disaat akan melaksanakan ibadah haji atau umroh. Terlebih ketika musim haji, jamaah yang datang untuk melaksanakan rukum islam yang ke lima ini tidak hanya dari Indonesia saja tetapi dari berbagai belahan bumi lainnya. Dan tidak jarang jamaah yang tersesat setiap musim nya selalu ada. Selain banyaknya jamaah yang berlalu lalang juga dengan luasnya mesjid di tanah suci baik itu Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi. Masing-masing memiliki jumlah pintu yang cukup banyak dan akan membuat bingung bagi sebagian jamaah yang baru menginjakkan kaki di tanah suci.

Antisipasi Agar Tidak Tersesat di Tanah Suci

Tersesat tidak hanya terjadi ketika sedang melaksanakan rangkaian ibadah haji di dua masjid saja tetapi juga di Mina ketika akan melaksanakan jumroh. Mina merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk melaksanakan rangakaian ibadah haji, para jamaah akan menginap satu malam di Mina sebelum keesokan harinya melaksanakan jumroh. Mina terkenal dengan sebutan kota tenda karena disana banyak terdapat tenda dengan ukuran dan bentuk yang sama dengan yang lainnya. Itulah mengapa sedikit sulit untuk jamaah menghafal jalan ketika akan kembali ke tenda.

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk tidak tersesat adalah datang ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi lebih awal dibandingkan dengan jamaah lainnya. Karena dengan seperti ini kondisi masjid tidak terlalu ramai dibandingkan ketika waktu sholat sudah datang. Usahakan untuk tidak pergi sendiri, tetapi selalu bersama dengan rombongan.

Yang kedua adalah dengan mengingat nomor pintu atau nama pintu ketika masuk masjid. Meskipun memiliki jumlah pintu yang cukup banyak tetapi masing-masing telah memiliki nomor, sebelum masuk buat kesepakatan dengan rombongan lokasi tempat bertemu jika tersesat atau terpisah dengan rombongan.

Tanda pengenal adalah satu hal terpenting untuk mengenali identitas jamaah dan orang yang membantu nantinya akan mudah menunjukkan arah pulang. Setiap keluar dari hotel usahakan tanda pengenal tetap dipakai. Atau jika sudah dengan rombongan tetapi masih belum tahu arah jalan pulang, jamaah bisa mengikuti jamaah dari Indonesia lainnya sehingga bisa berkomunikasi untuk menentukan arah jalan pulang.

Pada tanda pengenal jangan dibiarkan kosong, isi dengan data-data yang diperlukan semua secara detail mulai dari nama pemondokan, nama jalan, lokasi, nomor pemondokan, nomor petugas haji dan lainnya. Jangan dianggap remeh karena ini sebagai antisipasi jika terpisah dengan rombongan.

Mengenal tanda yang terdapat di pemondokan. Cara selanjutnya untuk menghindari lupa jalan, karena setiap tenda biasanya memiliki tanda bendera untuk Indonesia merah putih. Selain itu tanda lainnya yang mencolok di area pemondokan. Atau jika lupa akan jalan pulang ke hotel, bisa mengingat nomor bus yang tertera dan arah-arah yang akan dilewati.

Selanjutnya adalah mengenal petugas haji Indonesia, atau untuk jamaah umroh bisa mengenal nama pembimbing dengan baik. Petugas haji biasanya memiliki seragam khusus dan akan berbeda dengan yang lainnnya. Dan yang terakhir adalah niat yang ikhlas. Dalam  melaksanakan ibadah haji atau umroh jamaah harus memiliki hati yang ikhlas, karena ini adalah salah satunya yang bisa mengantarkan jamaah pada kelancaran dan keselamatan.

Powered by Blogger.