Pulihkan Dehidrasi Disaat Berhaji

Memulihkan dehidrasi disaat melaksanakan ibadah haji memang terkadang sedikit sulit bagi sebagian jamaah penderita. Meski telah dilakukan dengan perawatan khusus dan infus tetap tidak kembali normal. Biasanya dehidrasi yang dirasakan oleh jamaah adalah ketika melaksanakan wukuf di Arafah, kemudian dilanjutkan dengan mabit di Mina dan akhirnya adalah jumrah di Jamarat. Dari rangkaian tersebut pelaksanaan dilakukan di padang pasir yang luas tanpa ada bangunan ditambah suhu udara yang panas dan tidak sedikit membuat para jamaah mengalami dehidrasi khususnya jamaah Indonesia.

Mempercepat pemulihan adalah langkah terbaik agar jamaah bisa meneruskan rangkaian ibadah haji selanjutnya. Beberapa cara ini bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan:

Pulihkan Dehidrasi Disaat Berhaji

Pertama adalah dengan beristirahat. Istirahat adalah langkah awal dan utama untuk memulihkan kondisi tubuh agar lebih segar. Waktu yang dibutuhkan untuk beristirahat adalah selama 4 jam. Langkah yang kedua adalah dengan memperbanyak minum air mineral seperti dengan meminum oralit atau air zam-zam. Ditambah dengan memakan buah-buahan yang banyak mengandung air. Hal ini dilakukan untuk membantu mempercepat pemulihan dehidrasi, apalagi jika dengan meminum air buah yang kaya akan kalium akan lebih baik.

Salah satu buah yang mengandung kalium adalah pisang. Kalium yang terkandung dalam pisang bisa membuat penderita dehidrasi bisa lebih kuat. Selanjutnya adalah biasakan menggunakan topi atau payung agar terik matahari tidak langsung terkena kepala dan yang terakhir perbanyak berdoa.

Sedangkan untuk pencegahan agar tidak mengalami dehidrasi ketika sedang melaksanakan ibadah haji, beberapa hal harus dilakukan oleh jamaah haji adalah:

Pertama adalah harus memperbanyak minum, dan rutin minum air putih sekitar 3-4 liter per hari. Jika bukan termasuk orang yang biasa minum dengan takaran tersebut, hal ini harus tetap diusahakan agar terhindar dari dehidrasi. Mulai dari awal kedatangan di tanah suci sampai pada proses pelaksanaan ibadah haji harus dipertahankan. Dan yang terpenting adalah hindari minuman yang mengandung kafein seprti kopi atau minuman yang mengandung soda karena akan menyebabkan dehidrasi yang cukup berat.

Kedua adalah meningakatkan nafsu makan, ketika memasuki waktu makan suka atau tidak makanan tersebut usahakan agar tetap dikonsumsi. Ini untuk memberi tenaga disaat melaksanakan ibadah haji, penyelenggara haji akan menyiapkan makanan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi jamaah pada saat itu. Hindari membeli makanan dan minuman di pinggir jalan yang belum terbukti kualitas dan keamanannya. Makanan dan minuman tersebut kadang diperjualkan oleh orang Indonesia yang sudah lama tinggal disana, meskipun begitu jamaah harus tetap berhati-hati.

Begitupun dengan makanan yang disediakan oleh penyelenggara haji, biasanya akan dibatasi sampai kapan makanan tersebut bisa di konsumsi. Jamaah haji harus teliti dan tidak memakannya jika batas sudah habis karena makanan tersebut akan mudah untuk terkontaminasi.
Powered by Blogger.