Rumah Siti Khadijah RA

Rumah siti Khadijah RA merupakan salah satu rumah yang bersejarah dalam perkembangan Islam, karena banyak wahyu-wahyu Allah SWT yang turun di rumah ini. Namun saat ini rumah yang bernilai sejarah tinggi akan agama Islam ini tidak bisa dilihat lagi secara utuh, bangunan telah dihancurkan demi perluasan Masjidil Haram. Ditempat ini pula putra putri Nabi Muhammad SAW semua dilahirkan sampai pada wafatnya Siti Khadijah RA, rumah ini menjadi saksinya.

Rumah Siti Khadijah RA

Rasulullah SAW tinggal di rumah ini cukup lama sampai pada akhirnya diperintahkan oleh Allah SWT untuk hijrah ke Madinah. Disaat akan keluar dari rumah, Beliau telah ditunggu oleh kaum Quraisy yang hendak membunuhnya. Pada saat itu turunlah wahyu dan mu’jizat dari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW bisa keluar dari rumah tanpa sepengetahuan dari kaum Quraisy.

Dalam Qur’an surah Al-Anfal ayat 30, Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untu menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” Dalam kondisi tersebut Rasulullah SAW bisa keluar karena Allah SWT menurunkan debu diatas kepala kaum Quraisy sehingga pandangannya kabur dan tidak melihat Rasulullah SAW keluar. Sedangkan yang ada di dalam rumah adalah Ali bin Abi Thalib menggantikan Rasulullah SAW yang tidur diatas ranjang Beliau.

Setelah hijrah Rasulullah SAW, rumah Siti Khadijah diambil alih oleh Aqil bin Abi Thalib, kemudian dijual kepada Muawiyah bin Abi Sufiyan. Rumah ini kemudian dihancurkan dandi bangun sebuah masjid, diamana terdapat pintu yang menghubungkan masjid dengan rumah Abu Sufyan.

Perubahan tidak berhenti sampai dijadikan masjid oleh Muawiyah, karena pada tahun 1379 H rumah tersebut kemudian dibangun madrasah putri yaitu Sekolah Puteri Al-Qur’an yang mendapatkan dana dari Abbas Al-Qathan. Pemilik terakhir rumah Siti Khadijah adalah Abbas Al-Qathan karena selanjutnya Abbas meminta kepada pemerintah setempat untuk menjadikan rumah tersebut tanah wakaf yang tidak bisa diperjualbelikan atau dipindah tangankan.

Namun pada tahun 1401 H untuk kepentingan perluasan Masjidil Haram, rumah tersebut dihancurkan dan menjadi pelataran Masjidil Haram. Letaknya adalah berada dekat dengan salah satu pintu Masjidil Haram yaitu Bab An-Nabi. Di tempat bekas rumah Siti Khadijah pernah dibangun sebuah kubah kecil yang dinamakan dengan Kubbah Al-Wahy yang artinya kubah tempat turunnya wahyu. Bukan tanpa alasan karena dulu wahyu Allah SWT banyak turun saat Rasulullah SAW tinggal di rumah Siti Khadijah RA.

Rumah siti Khadijah bukan satu-satunya bangunan sejarah yang dipugar, karena di sekeliling masjidil Haram banyak bangunan-bangunan yang dihancurkan pula untuk perluasan Masjidil Haram.
Powered by Blogger.