Sejarah Pintu Darul Arqam

Darul Arqam merupakan salah satu nama yang tidak asing lagi bagi umat muslim, salah satunya adalah karena pada saat melaksanakan Sa’I akan terdapat pintu yang bernama dengan Pintu Darul Arqam. Penamaan pintu ini memiliki nilai sejarah yang penting akan perkembangan Islam sampai pada saat ini. Darul Arqam awalnya merupakan sebuah rumah yang dinisbatkan kepada sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu al-Arqam ibn Abi al-Arqam. Rumah ini menjadi salah satu tempat penting dalam penyebaran agama Islam dan dakwah Rasulullah SAW yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Segala hal yang berkenaan dengan Ibadah umat Islam dilakukan secara sembunyi-sembunyi di rumah ini baik itu sholat ataupun acara perkumpulan dengan para sahabat.

Sejarah Pintu Darul Arqam

Alasan Rasulullah SAW memilih rumah ini sebagai tempat untuk berkumpul adalah karena orang-orang musyrik di Mekah tidak mengetahui bahwa al-Arqam telah masuk Islam. Selain itu rumah ini sangat dekat dengan masjidil haram dan Ka’bah, apalagi al-Arqam ketika masuk Islam baru berumur 16 tahun. Kaum Quraisy tidak akan berfikir bahwa perkumpulan dilakukan di rumah al-Arqam melainkan di tempat umat muslim yang sudah senior.

Pada masa itu belum banyak penduduk Mekah yang masuk Islam, karena dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi maka orang-orang yang masuk Islam baru mencapai 40 orang. Dan orang ke 40 tersebut adalah Umar bin Khattab. Barulah setelah Sayyidina Umar masuk Islam, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melakukan dakwah Islam secara terang-terangan.

Tidak lama setelah itu dibangun sebuah masjid yang bertempat di Darul Arqam berada di luar tempat Sa’i yaitu sebelah timur Shafa dengan jarak 36 m. pembangunan dilakukan oleh bekas budak dari al-Mahdi al-Abbasi yaitu al-Khaizuran pada tahun 171 H atau 787 H.

Karena banyaknya jamaah yang datang ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji dan ibadah umroh, maka perluasan masjid dilakukan agar bisa menampung semua jamaah yang datang. Hal ini tentu saja mengahruskan masjid Darul Arqam yang berada di sekitar Masjidil Haram untuk dihancurkan. Pada tahun 1955, akhirnya masjid Darul Arqam dihancurkan untuk kepentingan perluasan tersebut. Itulah mengapa pintu pertama yang berada di tempat Sa’I dinamakan dengan Darul Arqam atau Bab Dar al-Arqam yang artinya pintu rumah al-Arqam, letaknya berada dekat dengan Shafa.

Selain masjid Darul Arqam, masih banyak masjid yang mengelilingi masjidil haram dan harus dihancurkan untuk perluasan Masjidil Haram. Salah satunya adalah masjid yang dibangun oleh ibunda Khalifah Harun al-Rasyid tepat berada di bekas rumah Nabi Muhammad SAW. Namun setelah dibongkar pada tahun 1957, bekas masjid ini dibangun lagi sebuah bangunan yaitu perpustakaan dan sampai saat ini perpustakaan tersebut masih ada dan bisa dikunjungi oleh jamaah yang datang ke tanah suci.
Powered by Blogger.